Mahasiswa KKN Edukasi Warga Kampung Cisereuh Manfaatkan TOGA, Kenalkan Sabun Cuci Tangan Ramah Lingkungan

Mahasiswa KKN Edukasi Warga Kampung Cisereuh Manfaatkan TOGA, Kenalkan Sabun Cuci Tangan Ramah Lingkungan
Mahasiswa KKN Edukasi Warga Kampung Cisereuh Manfaatkan TOGA, Kenalkan Sabun Cuci Tangan Ramah Lingkungan. (sumber: Erika K. D., Mahasiswa KKN Kelompok 11 Universitas Bhakti Kencana)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 11 Universitas Bhakti Kencana menggelar program SIGAR TOGA (Siap Menjaga dan Merawat Tanaman Obat Keluarga) di Kampung Cisereuh RW 07, Desa Mandalahaji, Selasa (29/7/2026).

Program ini digagas untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat berbasis potensi lokal.

Kegiatan yang dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan kelompok 11 ini mengajak warga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai tanaman obat yang mudah dibudidayakan, seperti serai, pandan, bunga telang, bunga lavender, dan kelor.

Baca Juga:Ajak Anak Hindari Minuman Berwarna, Mahasiswa KKN UBK Edukasi Siswa SDN Cibogo Lewat Program "JAGA WARNA"GERCEP: Gerak Ceria Cegah Hipertensi Jadi Program Mahasiswa KKN di Dusun 3 Alamendah

Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan keluarga, tanaman-tanaman tersebut juga memiliki nilai ekonomis apabila diolah menjadi produk inovatif.

“Berdasarkan hasil pemetaan kami di lapangan, pemanfaatan tanaman obat herbal di desa ini masih sangat minim karena kurangnya pemahaman warga terkait pengolahannya. Lewat SIGAR TOGA, kami ingin menghadirkan solusi aplikatif dengan mengajak masyarakat mengoptimalkan lahan pekarangan menjadi sumber obat keluarga yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Obi Ahmad Fadhila, Ketua Kelompok 11 KKN Desa Mandalahaji.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai jenis, manfaat, teknik penanaman, hingga cara perawatan TOGA kepada warga.

Sebagai bentuk implementasi materi, setiap peserta juga memperoleh bibit tanaman obat untuk ditanam di lingkungan rumah masing-masing.

Selain edukasi TOGA, mahasiswa KKN turut memperkenalkan dua inovasi lain, yaitu buku saku informasi TOGA dan produk sabun cair cuci tangan berbahan dasar daun pandan, serai, dan jeruk nipis.

Inovasi ini dikembangkan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh dilingkungan sekitar, sehingga dapat menjadi alternatif produk yang lebih ramah lingkungan sekaligus mudah diterapkan oleh masyarakat.

“Melalui SIGAR TOGA, kami memanfaatkan tanaman herbal di pekarangan menjadi sabun cuci tangan alami yang lebih sehat, ekonomis, dan praktis untuk digunakan sehari-hari,” kata Salsabillah Tri Oktaviani.

Baca Juga:Mahasiswa KKN 08 Universitas Bhakti Kencana Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Desa LamajangMahasiswa KKN 08 UBK Luncurkan LAMAKOMPOS di Desa Lamajang, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Obi Ahmad juga mengatakan, program SIGAR TOGA diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman kepada masyarakat, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan membudidayakan tanaman obat keluarga secara berkelanjutan.

“Harapan kami, semangat dari program ini terus berjalan meskipun masa KKN telah selesai. Semoga pekarangan rumah warga tetap hijau dan produktif, menjadi awal terciptanya gaya hidup sehat dan mandiri secara berkelanjutan.” ungkapnya.

0 Komentar