Sembilan Tahun Berkembang, Tesavara Beranjak dari Gaya Remaja ke Fashion yang Lebih Dewasa

Sembilan Tahun Berkembang, Tesavara Beranjak dari Gaya Remaja ke Fashion yang Lebih Dewasa
Sembilan Tahun Berkembang, Tesavara Beranjak dari Gaya Remaja ke Fashion yang Lebih Dewasa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Brand fashion Tesavara memasuki babak baru melalui proses rebranding yang membawa identitasnya ke arah yang lebih dewasa, matang, dan relevan dengan perjalanan para konsumennya.

Setelah hampir satu dekade hadir di industri fashion, Tesavara kini ingin merefleksikan perkembangan brand sekaligus perubahan karakter konsumennya yang turut bertumbuh dari masa remaja menuju fase kehidupan yang lebih dewasa.

Tesavara didirikan oleh Grecia Suhardi dan Gita Savitri Devi. Brand tersebut pada awalnya dikenal melalui produk hijab dengan desain yang unik, sebelum berkembang menghadirkan berbagai produk fashion perempuan, mulai dari hijab, atasan, bawahan hingga aksesori.

Baca Juga:Bukan Sekadar Bantuan, Program SUJUD Polres Tasikmalaya Dorong Pesantren Jadi Basis Ketahanan PanganTesavara Resmi Rebranding, Usung Konsep Refined Label dengan Desain Timeless

Dalam proses rebranding kali ini, Tesavara tidak sekadar melakukan perubahan pada logo maupun identitas visual. Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mempertegas karakter baru Tesavara sebagai label fashion yang lebih dewasa.

Founder & Co-Founder Tesavara, Grecia Suhardi dan Gita Savitri Devi, mengatakan perubahan tersebut merupakan refleksi perjalanan panjang yang telah dilalui Tesavara.

“Bagi kami, rebranding ini bukan tentang mengganti logo atau identitas visual semata. Setelah sembilan tahun membangun Tesavara, kami merasa inilah waktu yang tepat untuk merefleksikan siapa kami hari ini dan ke mana kami ingin membawa brand ini ke depannya,” ujar Grecia dan Gita.

Menurut mereka, Tesavara ingin bertumbuh bersama konsumennya. Jika sebelumnya identitas Tesavara banyak dekat dengan karakter anak muda dan remaja, kini brand tersebut ingin hadir dengan pendekatan yang lebih matang.

“Kami ingin Tesavara bertumbuh menjadi sebuah brand yang merepresentasikan perempuan yang semakin dewasa, bukan hanya dari usia, tetapi juga dari cara berpikir, pilihan, dan bagaimana mereka melihat dirinya sendiri,” katanya.

Transformasi tersebut sekaligus menjadi respons terhadap perjalanan konsumen Tesavara yang sebagian telah tumbuh bersama brand sejak awal berdiri.

Tesavara melihat perubahan tersebut sebagai kesempatan untuk menghadirkan produk dan pengalaman brand yang lebih sesuai dengan kebutuhan perempuan dewasa, tanpa meninggalkan nilai serta karakter yang telah dibangun sejak awal.

Baca Juga:Walau Persib Kalah di Final Piala Presiden, Bobotoh Tasikmalaya Gembira Bawa Pulang Sepeda Listrik dari PolresKorsleting Diduga Jadi Pemicu, Kebakaran Hebat Hanguskan 11 Rumah dan Sekolah di Sodonghilir

Rebranding ini pun menjadi penanda bahwa Tesavara tidak ingin berhenti pada identitas lama. Brand tersebut memilih untuk berkembang dengan membawa pengalaman masa lalu sekaligus membuka ruang untuk fase baru.

0 Komentar