ESDM Siapkan Aturan Baru untuk Migas Nonkonvensional, Pertamina Jadi Ujung Tombak

ESDM Siapkan Aturan Baru untuk Migas Nonkonvensional, Pertamina Jadi Ujung Tombak
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah mulai serius menjadikan migas nonkonvensional (MNK) sebagai tumpuan baru ketahanan energi nasional.

Untuk mempercepat pengembangannya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi baru yang berisi berbagai insentif dan kemudahan bagi pelaku industri, khususnya Pertamina.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan revisi aturan dilakukan agar pengembangan MNK di Indonesia bisa bergerak lebih cepat dan kompetitif.

Baca Juga:Hampir 1 Dekade Pimpin Puskesmas Cisarua, Kepala Pusat Jadi Sorotan Usai Viral Polemik PelayananPeternakan di Cariu Bogor Ludes Terbakar, 60 Ribu Ayam dan 8 Domba Ikut Terpanggang dengan Kerugian 6,5 Miliar

“Kami coba revisi beberapa peraturan yang memungkinkan untuk kami bisa percepat (pengembangan MNK),” ujar Laode dikutip dari ANTARA, Kamis (21/5).

Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah memiliki aturan terkait pengembangan MNK.

Namun, sejumlah poin dinilai perlu diperkuat, terutama untuk memberikan dukungan yang lebih konkret kepada Pertamina sebagai pemain utama proyek awal migas nonkonvensional di Indonesia.

Laode menargetkan aturan baru tersebut dapat rampung tahun ini dalam bentuk keputusan menteri (Kepmen). Regulasi itu nantinya akan memuat skema insentif serta berbagai kemudahan investasi dan operasional.

“Tapi ada beberapa hal yang perlu kami revisi untuk memperkuat dukungan kami ke Pertamina,” ucapnya.

Pemerintah juga disebut telah melakukan pembahasan intensif dengan Pertamina guna menyusun langkah strategis pengembangan MNK ke depan.

“Kita baru mulai (mengembangkan MNK), dan Pertamina butuh dukungan di awal-awal. Ada insentif, kemudahan-kemudahan, nah itu kami dukung,” kata Laode

Dalam pandangan ESDM, migas nonkonvensional akan menjadi masa depan industri energi Indonesia, terutama ketika cadangan migas konvensional semakin menurun.

Baca Juga:Ribuan Botol Miras Gagal Edar, Diduga akan Dipasarkan Jelang Laga Terakhir PersibMenteri UMKM Siapkan Aturan Baru, Marketplace Tak Bisa Lagi Naikkan Biaya Sepihak

Laode bahkan mencontohkan keberhasilan Amerika Serikat yang mampu menjaga produksi minyak tinggi berkat optimalisasi sumber daya nonkonvensional seperti shale oil dan shale gas.

“Memang migas nonkonvensional ini andalan kita ke depan. Kita lihat produksi terbesar mereka (Amerika Serikat) kan karena migas nonkonvensional. Kami juga mau itu,” kata Laode.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, mengungkapkan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan MNK, dengan estimasi sumber daya mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (BBO).

Menurut Oki, potensi tersebut menjadi peluang penting di tengah berakhirnya era “easy energy”, yakni kondisi ketika sumber migas konvensional semakin sulit ditemukan dan dieksploitasi.

0 Komentar