Teriakan dari Dalam Kontrakan Bongkar Dugaan Penyiksaan di Sumedang, Korban Akhirnya Meninggal

Suasana depan bangunan kontrakan yang diduga jadi tempat penyekapan dan penyiksaan terhadap korban yang berini
Suasana depan bangunan kontrakan yang diduga jadi tempat penyekapan dan penyiksaan terhadap korban yang berinisial H, di wilayah Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Suara teriakan dari sebuah bangunan kontrakan di kawasan Terminal Ciakar, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, pada Jumat (7/8/2026) malam, mengundang kecurigaan warga. Laporan tersebut kemudian mengungkap dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang pria berinisial H.

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopriansah mengatakan, peristiwa tersebut diketahui setelah warga sekitar mendengar teriakan yang diduga berasal dari dalam bangunan kontrakan sekitar pukul 22.00 WIB.

Warga yang merasa curiga kemudian menghubungi pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Polres Sumedang langsung bergerak menuju lokasi.

Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak

Setibanya di lokasi, polisi menemukan H dalam kondisi memprihatinkan. Pria tersebut diduga menjadi korban penganiayaan dan ditemukan dengan kedua kaki dalam keadaan terikat menggunakan kawat.

“Korban ditemukan dalam keadaan kaki terikat dengan kawat dan ditemukan sejumlah luka,” kata Tanwin saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026).

Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi sadar. Kepada petugas, H mengaku telah menjadi korban penganiayaan.

“Saat dimintai keterangan, H mengaku korban penganiayaan,” tambahnya.

Polisi bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Wirahadikusumah untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi korban tidak berhasil diselamatkan.

Tanwin mengatakan, H dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB pada Sabtu (8/8/2026).

“Nyawa korban tak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2026) pukul 04.00 WIB,” ungkapnya.

Sebelum meninggal dunia, korban ditemukan mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat luka lebam hingga luka yang mengeluarkan darah di sejumlah bagian tubuh korban.

Baca Juga:193 Warga Tasikmalaya Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Anggaran Capai Rp3,86 MiliarKorban Kebakaran Sodonghilir Mulai Terima Bantuan Darurat, Delapan Rumah Rusak Berat

Sementara itu, bangunan kontrakan yang diduga menjadi lokasi penyekapan dan penganiayaan telah dipasangi garis polisi. Pantauan Jabar Ekspres di lokasi, kondisi bangunan tersebut tampak sepi.

Lokasi bangunan berada tidak jauh dari Jalan Raya Wado-Sumedang, dengan jarak sekitar 30 meter. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Setelah korban meninggal dunia, jenazah H menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Kota Bandung. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban secara lebih mendalam.

0 Komentar