DKPPP Kota Banjar Luncurkan Pedet Sakti, Sistem Integrasi Data Peternakan dan Kesehatan Hewan

DKPPP Kota Banjar Luncurkan Pedet Sakti, Sistem Integrasi Data Peternakan dan Kesehatan Hewan
Salah satu inovator di bidang peternakan dari DKPPP Kota Banjar, drh. Lela Nurlela, Medik Veteriner Ahli Muda tengah memeriksa kondisi kesehatan sapi, Rabu (13/5/2026). (Istimewa/dok pribadi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Banjar meluncurkan inovasi sistem pendataan bernama Pedet Sakti. Kepanjangan dari Pengelolaan Data Peternakan dari Pelayanan Kesehatan Hewan dengan Sistem Aksi Terintegrasi.

Inovasi ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan hewan sekaligus membangun basis data peternakan yang akurat dan berkelanjutan.

Salah satu Inovator di bidang peternakan dari DKPPP Kota Banjar, Lela Nurlela, Medik Veteriner Ahli Muda, menjelaskan bahwa Pedet Sakti merupakan langkah strategis untuk mendukung pengambilan kebijakan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Baca Juga:Jelang Iduladha 2026, DKPP Kota Bandung Periksa Ribuan Hewan Kurban dan Perketat Antisipasi PMKDKPP Kota Bandung Perkuat Persiapan Iduladha 2026, Fokus pada Pelatihan dan Kesehatan Hewan Kurban

Menurutnya, selama ini pengelolaan data peternakan masih terpisah dari pelayanan kesehatan hewan. Dengan sistem baru ini, setiap kegiatan di lapangan langsung terintegrasi dengan pendataan.

“Melalui Pedet Sakti, setiap pelayanan kesehatan hewan seperti pemeriksaan kesehatan ternak, pengobatan ternak sakit, vaksinasi, penanganan penyakit menular, hingga monitoring kondisi ternak langsung dicatat dan dikelola secara sistematis,” ujar Lela, Rabu (13/5/2026).

Dia menambahkan, data yang terkumpul akan menghasilkan informasi yang valid mengenai kondisi populasi ternak, status kesehatan hewan, serta perkembangan peternakan di wilayah kerja DKPPP Kota Banjar. Informasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk monitoring dan evaluasi program secara berkala.

“Kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh tim petugas kesehatan hewan bersama tim teknis lapangan. Kami turun ke lokasi peternakan untuk memberikan pelayanan sekaligus mengumpulkan data. Petugas tidak hanya menangani kesehatan ternak, tetapi juga mencatat identitas peternak, jumlah populasi ternak, jenis ternak, riwayat penyakit, serta tindakan medis yang telah diberikan,” katanya.

Proses pendataan menjadi lebih tertata karena sistem yang digunakan bersifat aksi terintegrasi. Artinya, setiap tindakan pelayanan di lapangan secara otomatis masuk ke dalam database pusat.

Hal ini memudahkan petugas dalam melacak riwayat kesehatan setiap ternak maupun memantau perkembangan populasi dari waktu ke waktu.

“Selain untuk keperluan internal pemerintah, inovasi Pedet Sakti juga bertujuan meningkatkan kesadaran peternak terhadap pentingnya kesehatan hewan dan administrasi data peternakan. Para peternak yang menjadi sasaran kegiatan ini menyambut baik sistem baru tersebut. Mereka merasakan pelayanan menjadi lebih cepat, tepat, dan terpantau secara berkelanjutan,” ujar Lela.

0 Komentar