Dengan data yang tersusun rapi, pemerintah daerah diharapkan lebih mudah menentukan langkah penanganan penyakit hewan jika terjadi wabah.
Data tersebut juga dapat digunakan untuk menyusun program bantuan bagi peternak, serta mengembangkan sektor peternakan agar lebih maju dan modern.
“Kami berkomitmen untuk terus menjalankan inovasi Pedet Sakti secara konsisten. Sistem ini tidak hanya berfokus pada penanganan ternak sakit, tetapi juga mendukung penguatan database peternakan secara menyeluruh. Harapannya, sektor peternakan di Kota Banjar menjadi lebih sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya. (CEP)
