Pemkab Bandung Genjot TPST Oxbow Cicukang, RDF Diperkuat Sambil Menanti Kajian PSEL

Pemkab Bandung Genjot TPST Oxbow Cicukang, RDF Diperkuat Sambil Menanti Kajian PSEL
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Oxbow Cicukang di Margaasih sebagai solusi jangka pendek, sembari menyiapkan rencana strategis pembangunan Pembangkit Energi Sampah Listrik (PSEL) untuk kebutuhan jangka panjang. Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung terus mempercepat penanganan persoalan sampah dengan memaksimalkan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Oxbow Cicukang di Margaasih sebagai solusi jangka pendek, sembari menyiapkan rencana strategis pembangunan Pembangkit Energi Sampah Listrik (PSEL) untuk kebutuhan jangka panjang.

Saat ini, fokus utama Pemkab Bandung berada pada penguatan sistem pengolahan berbasis refuse derived fuel (RDF), yakni metode pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Langkah tersebut dipilih untuk mengurangi tekanan volume sampah harian yang terus meningkat, sekaligus menunggu hasil kajian teknis terkait pembangunan PSEL.

Baca Juga:Dadang Supriatna Dorong KADIN Kabupaten Bandung Jadi Motor Ekonomi dan Investasi DaerahMay Day 2026 di Kabupaten Bandung, Menteri LH dan 90 Ribu Buruh Gaungkan Gerakan Tanam Pohon

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bandung, Abdul Wahid Fauzy, menjelaskan bahwa optimalisasi kawasan Oxbow dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas tahap pertama yang telah tersedia dan mulai beroperasi.

Berbagai perangkat utama seperti shredder, mesin pencacah, conveyor, hingga trommel screen kini menjadi tulang punggung proses pemilahan dan pengolahan sampah di kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan mesin-mesin itu merupakan bagian dari langkah percepatan yang diinisiasi Bupati Bandung guna memaksimalkan aset daerah sekaligus menjawab kondisi darurat sampah yang membutuhkan penanganan cepat.

“Fokus kami saat ini adalah RDF melalui TPST Oxbow. Untuk PSEL masih menunggu kajian lebih lanjut, tetapi langkah yang ada sekarang harus dioptimalkan agar persoalan sampah bisa segera tertangani,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Tak berhenti pada fasilitas awal, pengembangan tahap kedua juga mulai disiapkan. Pemkab Bandung merencanakan pembangunan hanggar tambahan di belakang fasilitas eksisting serta penambahan unit mesin baru guna meningkatkan kapasitas produksi RDF secara signifikan.

“Rencana pengembangan lanjutan tersebut turut mendapat dukungan dari World Bank yang sebelumnya telah menjalin kesepakatan bersama Pemkab Bandung untuk penguatan infrastruktur pengolahan sampah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, menegaskan bahwa usulan pembangunan PSEL di Oxbow Cicukang tetap menjadi prioritas besar karena persoalan kapasitas sampah daerah dinilai sudah mendesak.

Baca Juga:Lebih dari 100 Investor Berebut Masuk Proyek PSEL Tahap II, Danantara Siapkan Investasi Rp87 TriliunCJIBF 2026 Hasilkan 40 Kepeminatan Investasi Senilai Rp16 Triliun

Dengan produksi sampah harian Kabupaten Bandung mencapai sekitar 1.820 ton per hari, sementara kuota pembuangan ke TPA Sarimukti hanya sekitar 280 ton per hari, terjadi kesenjangan besar yang membutuhkan solusi masif dan berkelanjutan.

0 Komentar