Karena itu, PSEL diproyeksikan menjadi jawaban strategis untuk menutup selisih kapasitas tersebut, dengan opsi awal pengolahan sekitar 1.000 ton per hari dan potensi pengembangan hingga 2.000 ton per hari tergantung hasil kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Ruli menyebutkan, realisasi proyek waste to energy itu masih harus melalui sejumlah tahapan mulai dari studi kelayakan, kajian teknis, hingga proses pembangunan fisik, yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
“Ini bukan solusi instan, tapi menjadi langkah besar Kabupaten Bandung dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan,” katanya.
