Kemnaker Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Program TKM

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, membuka program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) lanjutan dan TKM pemu
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, membuka program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) lanjutan dan TKM pemula angkatan IV, di Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK), Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jumat (4/9). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ribuan wirausaha mendapat dukungan modal dan pendampingan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) angkatan IV.

Program tersebut resmi dibuka Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK), Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (4/9/2026).

Dalam program ini, sebanyak 1.000 peserta TKM lanjutan memperoleh bantuan modal usaha masing-masing Rp15 juta. Sedangkan 8.741 peserta TKM pemula mendapatkan bantuan modal sebesar Rp5 juta per orang.

Baca Juga:Kemarau Masih Terjadi, Polres Tasikmalaya Gelontorkan 5.000 Liter Air untuk Warga Kebon KalapaWagub Jateng Pastikan Penataan Venue MTQ Nasional 2026 Dikebut, Target H-1 Siap 100 Persen

Selain bantuan modal, para peserta juga mendapat pembekalan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan usaha. Khusus peserta TKM lanjutan, pelatihan diberikan selama lima hari dan dilanjutkan pendampingan selama tiga bulan.

Yassierli mengatakan program tersebut dirancang agar bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai modal awal, tetapi dapat mendorong usaha peserta berkembang dan membuka peluang kerja bagi orang lain.

“Yang kita harapkan tentu bukan sekadar bantuan diterima, kemudian selesai. Ada proses pelatihan dan pendampingan supaya usaha mereka bisa tumbuh, kemudian mampu menciptakan kesempatan kerja di lingkungannya,” kata Yassierli di Lembang.

Menurutnya, program TKM berjalan selama enam tahun dan menunjukkan sejumlah hasil positif. Beberapa penerima manfaat bahkan mampu memperbesar skala usahanya hingga mempekerjakan puluhan orang.

“Ada peserta yang setelah mendapatkan pendampingan usahanya terus berkembang sampai memiliki sekitar 70 karyawan. Ini menjadi bukti bahwa usaha mandiri bisa berkembang menjadi sumber pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Kemnaker, lanjut Yassierli, juga berupaya memastikan pelaku usaha yang telah berkembang memiliki akses terhadap pembiayaan lanjutan. Salah satunya dengan mempertemukan alumni program TKM dengan pihak perbankan.

“Ketika usahanya sudah mulai tumbuh, kebutuhan modal tentu bisa bertambah. Karena itu, alumni juga kita hubungkan dengan perbankan agar mereka punya akses untuk mengembangkan bisnisnya,” katanya.

Ia menambahkan, penciptaan lapangan kerja dilakukan pemerintah melalui berbagai pendekatan.

Baca Juga:Parkir Rp7 Ribu di RSUD KHZ Musthafa Bikin Warga Geram, DPRD Akhirnya Turun TanganGubernur Luthfi Turun Tangan, Bansos Lansia Korban Penyalahgunaan KTP Dipulihkan

“Selain memperluas kesempatan kerja di sektor formal, pemerintah juga mendorong masyarakat membangun usaha secara mandiri,” pungkasnya.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Nurohim (35), terapis tunanetra asal Blitar, Jawa Timur. Ia mengikuti TKM lanjutan angkatan IV dan memperoleh bantuan modal sebesar Rp15 juta.

0 Komentar