BANDUNG BARAT – SMAN 2 Lembang, Kabupaten Bandung Barat kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan digital. Sekolah ini resmi menyandang status Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) setelah berhasil lolos serangkaian verifikasi ketat dari Google Asia Pasifik.
Kunjungan tim petinggi Google Asia Pasifik ke SMAN 2 Lembang pada Kamis, 23 April 2026, menjadi momen penting. Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan verifikasi lapangan mendalam untuk memastikan kesiapan sekolah menjadi rujukan Google for Education di tingkat yang lebih tinggi.
“Mereka ingin melihat secara langsung sejauh mana implementasi Google Workspace for Education dalam proses belajar-mengajar di sekolah kami,” ujar Kepala SMAN 2 Lembang, Anni Kristanti Yunandami, M.Pd., Kamis (30/4/2026).
Baca Juga:Pangdam Kosasih Izinkan Gelar Pasukan Menwa Mahawarman di MakodamMay Day 2026: Momentum Koreksi Nasional, 200 Ribu Buruh Geruduk Monas
Perjalanan SMAN 2 Lembang menuju status Kandidat Sekolah Rujukan Google dimulai sejak tahun 2024. Sekolah menerima undangan langsung dari Google yang menetapkan SMAN 2 Lembang sebagai salah satu kandidat. Para guru kemudian mengikuti serangkaian tes kompetensi pemanfaatan produk Google, mulai dari Google Drive, Google Sites, Google Sheets, hingga Google Forms.Dari total 54 guru, hampir seluruhnya telah berhasil mencapai Level 1.
Kunjungan tim Google Asia Pasifik menjadi bentuk apresiasi atas progres implementasi yang dinilai sangat baik oleh pihak Google. “Biasanya, tes untuk Level 2 dan Level 3 berbayar dengan biaya mencapai 90 dolar per guru. Namun, karena melihat implementasi di sini luar biasa, Google membebaskan biaya tes tersebut bagi 35 guru kami. Kami bahkan berharap seluruh guru dapat mengikuti tes ini,” tegas Anni.
Salah satu faktor yang paling mengesankan tim Google adalah pemanfaatan produk Google secara masif, tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga untuk manajemen sekolah secara keseluruhan. Para guru berhasil mengembangkan sistem absensi mandiri, aplikasi pencatatan karakter siswa berbasis Google Sheets yang terintegrasi dengan Google Forms, serta bel sekolah digital yang dibuat menggunakan Gemini AI.
Siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif menggunakan akun Google for Education (belajar.id) dan memanfaatkan Gemini AI untuk membuat coding hingga merancang robot-prestasi yang masih jarang ditemui di sekolah-sekolah lain.
