JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan 15 ribu Kampung Ramah Lingkungan (KRL) untuk menuntaskan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di Bumi Tegar Beriman.
Program ini diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah langsung dari sumbernya sebelum berakhir di tempat pembuangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan keberadaan KRL menjadi strategi utama dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan di tingkat kampung.
Baca Juga:Pelajar SMP Terluka Usai Diduga Terlibat Tawuran Antarkelompok di Parung BogorStandar Baru Susu Formula yang Terbuat dari Susu Segar dengan One-Step Fresh akan Segera Hadir di Indonesia
Menurut dia, target 15 ribu KRL yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bogor merupakan tantangan besar yang harus diwujudkan bersama demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Pak Bupati menantang 15 ribu KRL karena sampah akan selesai dari sumbernya dengan hadirnya KRL, momentum ini harus menjadi loncatan untuk perubahan lingkungan yang lebih baik,” ujar Ajat kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).
Tak hanya fokus pada pengelolaan sampah, Pemkab Bogor juga menggelar berbagai aksi pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon, pelepasliaran ribuan burung, penebaran ribuan bibit ikan endemik, hingga penaburan eco enzyme di kawasan Telaga Saat.
Ajat menegaskan bahwa Telaga Saat memiliki posisi strategis sebagai kawasan hulu yang menopang kehidupan masyarakat di wilayah hilir. Karena itu, upaya menjaga kelestarian kawasan tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Selain sebagai produsen air, kawasan ini juga berperan penting terhadap kelestarian tanah,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem, pemerintah juga menebar ribuan bibit ikan endemik di perairan Telaga Saat.
Baca Juga:Berenang Saat Ibu Mencuci, Bocah 6 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Cianten BogorPemprov Jabar dan PT PII Tandatangani Perjanjian Penjaminan TPPASR Legok Nangka
Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi kawasan yang terhubung dengan aliran Sungai Ciliwung.
“Harapannya ikan berkembang biak dan terbawa hingga ke Sungai Ciliwung sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
