‎Jelang Aksi Mayday 2026, Buruh di Jabar Diminta Waspada Penyusup hingga Provokasi Anarkis

‎Jelang Aksi Mayday 2026, Buruh di Jabar Diminta Waspada Penyusup hingga Provokasi
Ilustrasi: Ratusan buruh melakukan aksi mayday di Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jelang peringatan hari buruh Internasional atau Mayday pada Jumat (1/5/2026) mendatang, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) terus melakukan sejumlah persiapannya.

‎Salah satu persiapan yang dilakukannya, yakni mengimbau seluruh elemen buruh dan masyarakat untuk waspada terhadap adanya potensi kerawanan berupa penyusup dari kelompok tertentu yang berniat memicu tindakan anarkis saat aksi Mayday berlangsung.

‎”Langkah antisipasi ini diambil demi memastikan agar penyampaian aspirasi para pekerja (buruh) tidak terganggu oleh tindakan provokasi yang dapat merugikan kepentingan umum,” ucap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Senin, (27/4/2026).

Baca Juga:Tuntut Keadilan Hak Berserikat, Ratusan Buruh Kepung PT Namasindo PlasDPRD Kabupaten Bandung Barat Desak PT Namasindo Plas Penuhi Hak Buruh Sesuai Aturan

‎Hendra mengatakan, Polda Jabar akan berkomitmen penuh dalam mengawal jalannya demokrasi. Terlebih saat terjadinya kerumunan besar yang dinilai berisiko terjadi upaya penyusupan dan provokasi.

‎”Oleh karena itu, pengawasan di berbagai titik strategis akan diperketat guna mengidentifikasi pergerakan yang mencurigakan sejak dini,” ujarnya.

‎Maka dari itu, agar peringatan Mayday nantinya berjalan dengan aman dan lancar, ia meminta seluruh koordinator aksi untuk tetap memperkuat koordinasi dengan aparat.

‎”Jika nantinya ditemukan adanya individu yang mencoba memancing keributan atau melakukan perusakan fasilitas publik, diharapkan segera melapor kepada petugas keamanan agar tindakan preventif dapat segera diambil secara cepat dan tepat,” ungkapnya.

‎Sementara itu, selain fokus pada pengamanan massa, Polda Jabar juga kata Hendra akan tetap memastikan bahwa seluruh aktivitas masyarakat tidak akan terganggu.

‎Menurutnya, pihak kepolisian akan menyiapkan beberapa skema pengamanan serta rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional, untuk menghindari terjadinya kepadatan arus lalu lintas.

‎”Ini dilakukan agar hak para buruh dalam menyuarakan pendapat dan hak masyarakat umum untuk tetap beraktivitas dapat berjalan secara selaras dan seimbang tanpa adanya gesekan fisik,” imbuhnya. ‎(San)

0 Komentar