Selain itu, layanan ini juga dibuka pada akhir pekan (Sabtu–Minggu) untuk menjangkau warga yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.
Kombinasi inovasi lintas sektor, layanan digital dan fleksibilitas waktu tersebut menunjukkan pergeseran dari sistem berbasis loket menuju pendekatan kolaboratif yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Integrasi ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga mengurangi langkah yang sebelumnya harus dilakukan berulang.
Baca Juga:Penertiban Dinilai Tebang Pilih, Warga Puncak Bogor Sebut Asep Stroberi sebagai Simbol KetidakadilanKreativitas Mahasiswa UNPAD Digenjot, JNE Hadirkan Workshop Inspiratif Menuju Content Competition 2026
Di sisi lain, penguatan sistem digital terus dilakukan melalui pengembangan Identitas Kependudukan Digital (IKD), dengan capaian saat ini sebesar 21,19 persen dari target aktivasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih praktis dan dapat diakses secara mandiri.
Meski menunjukkan perkembangan signifikan, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, terutama dalam memperluas jangkauan layanan digital, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pembaruan data, serta memastikan kelompok rentan tetap dapat terlayani secara optimal.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung, Tatang Muhtar, menyampaikan bahwa perubahan yang dilakukan difokuskan pada penyederhanaan proses yang selama ini dianggap rumit.
“Kami mengubah pendekatan, dari yang sebelumnya masyarakat harus datang ke layanan, menjadi sistem yang hadir di momen-momen penting kehidupan. Dari kelahiran hingga perubahan status keluarga, semuanya kami rangkai agar prosesnya lebih cepat dan tidak berulang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perluasan akses menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami juga membuka layanan secara daring dan di akhir pekan agar masyarakat bisa mengurus dokumen tanpa terkendala waktu. Ini bagian dari upaya kami agar layanan benar-benar mengikuti kebutuhan masyarakat,” kata Tatang.
Baca Juga:Pasokan Dalam Negeri Stabil, Kementan Targetkan Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton pada 2026Incar Peluang Besar, Danantara Bidik Investasi Energi ke Singapura Senilai 30 Miliar Dolar
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa administrasi kependudukan merupakan fondasi utama dalam memastikan masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dasar.
“Administrasi kependudukan adalah pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai layanan dasar. Karena itu kami memastikan prosesnya semakin mudah, cepat dan tidak berbelit, serta bisa diakses kapanpun dibutuhkan,” ujar Farhan.
Ia menambahkan bahwa integrasi layanan akan terus diperluas agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
