Pasokan Dalam Negeri Stabil, Kementan Targetkan Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton pada 2026

Pasokan Dalam Negeri Stabil, Kementan Targetkan Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton pada 2026
Ilustrasi produksi gula kristal di Indonesia. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi gula kristal putih (GKP) nasional pada 2026 mencapai 3,04 juta ton.

Angka ini tidak hanya mencerminkan peningkatan kinerja sektor perkebunan tebu, tetapi juga membuka peluang surplus untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Dengan luas areal panen tebu yang diperkirakan mencapai 576.538 hektare, produksi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat yang berada di kisaran 2,8 juta ton. Artinya, terdapat potensi kelebihan pasokan sekitar 200 ribu ton yang bisa menjadi penyangga stabilitas harga di pasar.

Baca Juga:Incar Peluang Besar, Danantara Bidik Investasi Energi ke Singapura Senilai 30 Miliar DolarPolisi Gerebek Rumah di Cileungsi yang Diduga Penampungan PMI Ilegal, 2 Korban Diselamatkan

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementan, Abdul Roni, menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, swasta, hingga petani tebu. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam upaya mencapai swasembada gula nasional.

“Sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, petani tebu, dan seluruh pemangku kepentingan jadi kunci penting mewujudkan swasembada gula nasional secara menyeluruh, baik untuk konsumsi maupun industri,” kata Abdul dikutip dari ANTARA, Jumat (24/4).

Dari sisi produktivitas, rata-rata hasil gula diperkirakan mencapai 5,28 ton per hektare, sementara produksi tebu berada di level 70,87 ton per hektare.

Selain itu, rendemen nasional diproyeksikan menyentuh 7,45 persen, menunjukkan efisiensi pengolahan tebu yang semakin membaik.

Capaian produksi ini bahkan melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Perkebunan. Hal ini menjadi indikator bahwa berbagai intervensi pemerintah di sektor hulu mulai menunjukkan hasil yang signifikan.

Pemerintah juga terus mempercepat langkah menuju swasembada gula, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Upaya ini diperkuat melalui kebijakan strategis, termasuk Perpres Nomor 40 Tahun 2023 tentang percepatan swasembada gula nasional.

Ke depan, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3,27 juta ton pada 2027, sebagaimana tertuang dalam roadmap swasembada gula nasional.

Baca Juga:Siswi SMP Tewas Terlindas Truk di Rumpin Bogor, 3 Korban Lainnya Luka-LukaBocah 4 Tahun yang Hanyut ke Selokan di Bojonggede Telah Ditemukan dalam Keadaan Tak Bernyawa

Target ini diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga gula di dalam negeri.

Dengan tren peningkatan produksi dan potensi surplus yang mulai terlihat, sektor gula nasional dinilai berada di jalur yang tepat menuju kemandirian.

0 Komentar