Harga Minyakita Melambung Sentuh Rp 21.000 Pedagang Kecil Menjerit!

Komoditas minyak goreng bersubsidi Minyakita di Kabupaten Bandung Barat kini dijual melampaui patokan nilai ju
Komoditas minyak goreng bersubsidi Minyakita di Kabupaten Bandung Barat kini dijual melampaui patokan nilai jual resmi
0 Komentar

Di Bandung Barat, harga daging sapi kini mencapai Rp140.000 per kilogram atau naik sekitar Rp10.000 dari harga normal pada pekan-pekan sebelumnya.

“Daging sudah Rp140 ribu per kilo. Kalau beli setengah saja Rp70 ribu. Sekarang belanja harus benar-benar diatur,” ungkap Dede salah seorang warga Padalarang.

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa kenaikan harga minyak goreng jenis Minyakita telah terjadi di 207 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Indonesia pekan ini.

Baca Juga:Masjid Al Jabbar Alokasikan Anggaran Rp 21,5 Miliar untuk Kebersihan, BKAD Bilang BeginiBorok Korupsi Pendidikan Terungkap KPK Temukan Skandal Suap KIP Kuliah

Persentase wilayah yang mengalami kenaikan harga minyak goreng mencapai 57,50 persen yang menandakan adanya tekanan inflasi yang cukup kuat secara nasional saat ini.

“Minyak goreng peningkatannya terjadi pada 207 kabupaten kota. Pada minggu keduanya itu hanya 177 kabupaten kota sekarang menjadi 207,” tegas Deputi BPS Ateng Hartono.

Kementerian Perdagangan mengklaim bahwa ketersediaan stok Minyakita secara nasional sebenarnya masih melimpah dan sangat aman untuk mencukupi seluruh kebutuhan pasar domestik secara merata.

Namun, kenaikan biaya produksi terutama pada bahan plastik kemasan dituding menjadi salah satu faktor teknis yang memicu kenaikan harga jual di konsumen.

“Terkait dengan perkembangan harga komoditas Minyakita, memang ada sedikit kenaikan dalam minggu ini, yaitu sebesar Rp15.982 per liter,” kata Direktur Kemendag Nawandaru Dwi Putra.

Pemerintah daerah berjanji akan terus memperkuat koordinasi dengan Bulog untuk memastikan distribusi pasokan bersubsidi ini sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang wajar.

Pengawasan lapangan akan diintensifkan guna mencegah oknum distributor memainkan harga di atas ketentuan resmi yang dapat merugikan daya beli masyarakat ekonomi rendah.

Baca Juga:Kadin Jawa Barat Perkuat Legalitas Konstitusi Lewat RapimprovSiasat Jitu Kanwil Kemenkum Jawa Barat Percepat Legalitas Usaha Mikro

“Kami akan terus pastikan distribusi dari Bulog berjalan optimal sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan Minyakita dengan harga sesuai HET,” tutur Muhammad Farhan menambahkan.

Kondisi ekonomi di pasar tradisional saat ini memerlukan intervensi nyata agar stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah fluktuasi biaya produksi dan rantai distribusi.

Penegakan aturan mengenai batas harga acuan pemerintah menjadi kunci utama agar subsidi minyak goreng benar-benar bisa dinikmati oleh rakyat yang membutuhkan secara tepat.

Kepala Dinas Perdagangan KBB Tony Prihantoro menyatakan pihaknya akan tetap melakukan monitoring intensif meskipun kendali teknis distribusi berada di bawah kewenangan penuh pihak Bulog.

0 Komentar