JABAR EKSPRES – Video viral di media sosial yang menarasikan aksi heroik sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menangkap empat terduga pelaku begal bersenjata tajam di Kabupaten Bandung dipastikan tidak sesuai fakta.
Polisi menegaskan tidak ditemukan barang bukti senjata tajam maupun unsur tindak pidana sehingga keempat remaja tersebut telah dipulangkan kepada orang tuanya setelah dilakukan musyawarah.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pengemudi ojol membawa empat remaja ke depan Mapolsek Baleendah.
Baca Juga:Opak Tasikmalaya Pecahkan Rekor Dunia, 3.123 Sajian Antar Kuliner Tradisional ke Panggung InternasionalHari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadir dengan Konsep Baru, UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Narasi yang berkembang menyebut mereka merupakan pelaku begal yang membawa senjata tajam jenis samurai.
Bahkan, video tersebut menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sempat berencana memberikan apresiasi kepada para ojol.
Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki Rukmansyah menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat sejumlah pengemudi ojol mengamankan empat remaja di wilayah Ciparay.
Mereka kemudian dibawa ke Mapolsek Baleendah karena mengenal salah seorang anggota polisi di sana.
“Ojol itu sebenarnya menangkapnya di Ciparay. Memang ada laporan polisi terkait begal, tetapi laporan itu TKP-nya di Bojongsoang. Nah, dibawalah ke Baleendah oleh mereka berempat karena saling kenal dengan anggota di Polsek Baleendah,” ujar Hendri saat dihubungi, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, setelah berada di Polsek Baleendah, para remaja tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Bojongsoang karena lokasi dugaan kejadian berada di wilayah hukum tersebut.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, polisi tidak menemukan barang bukti sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga:Satlantas Polres Tasikmalaya Dorong Kemandirian Panti Asuhan Lewat Bantuan Ternak dan PerikananSambut Milangkala ke-394, Lorong Merah Putih Cibahong Kembali Eksis Jadi Magnet Wisata dan UMKM
“Pada saat di Polsek Bojongsoang ternyata tidak ada senjata tajam, tidak ada sama sekali. Sekarang polisi mau memproses apa kalau tidak ada barang buktinya,” katanya.
Hendri mengatakan, karena tidak ditemukan unsur pidana, polisi memanggil orang tua para remaja tersebut. Pihak keluarga pun keberatan lantaran anak-anak mereka disebut sebagai begal.
“Orang tuanya merasa, ‘Kok anak saya dibilang begal?’ Kalau memang terbukti membawa senjata tajam mungkin orang tua juga tidak bisa mengelak. Tapi memang tidak ada barang buktinya,” ucapnya.
“Alibinya mereka membawa samurai, tapi ke mana samurainya? Alasannya dibuang. Kalau memang dibuang, harusnya bisa ditemukan sebagai barang bukti. Polisi kan butuh bukti,” tambahnya.
