Peluang Cuan Besar bagi Indonesia, Barantin Ekspor Langsung Durian Beku ke China

Peluang Cuan Besar bagi Indonesia, Barantin Ekspor Langsung Durian Beku ke China
Ilustrasi durian Indonesia di ekspor ke China. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Indonesia semakin serius menggarap pasar durian global. Terbaru, Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor 459 ton durian beku ke China dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar dari Palu.

Kepala Barantin Sahat M. Panggabean mengatakan ekspor tersebut merupakan hasil proses panjang pembukaan akses pasar setelah penandatanganan protocol ekspor durian beku Indonesia-China pada 25 Mei 2025.

“Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak, mulai dari petani hingga pemerintah,” kata Sahat dikutip dari ANTARA, Jumat (17/4).

Baca Juga:Harga Minyakita Naik Tipis, Mendag Klaim Tidak Ada Kelangkaan Stok Survei Kompas: 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis, Kinerja Pemkot Tuai Apresiasi

Sejauh ini, total 151 kontainer durian telah dikirim ke China dengan nilai ekonomi mencapai Rp377,5 miliar—angka yang menunjukkan potensi besar komoditas ini.

Sebelumnya, ekspor durian Indonesia ke China belum dilakukan secara langsung dan harus melalui negara perantara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia sebelum akhirnya masuk ke apsar tujuan.

Menurut Sahat, ekspor langung ke China memangkas waktu logistic dari sebelumnya sekitar 56 hari menjadi 22-26 hari, sekaligus menurunkan biaya distribusi hingga dua kali lipat sehingga meningkatkan arus kas pelaku usaha.

Ia juga menegaskan, pihaknya terus menjamin kualitas dan keamanan pangan produk ekspor melalui pemenuhan standar internasional untuk menjaga kepercayaan pasar global.

Kepala Karantina Sulawesi Tengah Alfian mengatakan pada periode Januari-April 2026, ekspor durian beku ke China telah mencapai 4.077 ton berdasarkan data sistem Best Trust.

“Ekspor langsung ke China selain memangkas biaya logistik, juga memberikan peluang keuntungan besar karena harga durian di sana 5-7 kali lebih tinggi dibandingkan harga lokal,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah utama ekspor karena tujuh dari delapan rumah kemas durian beku yang telah memenuhi syarat ekspor berada di wilayah tersebut.

Baca Juga:Nyamar Jadi Ustadz, Polisi Bekuk Dua Pemuda Aceh dan Sita Ribuan Obat Keras di BogorKontrakan Terkunci dan Dipenuhi Lalat, Pria Ditemukan Tewas di Klapanunggal Bogor

Berdasarkan data pemerintah daerah, Sulawesi Tengah memiliki sekitar 3,7 juta pohon durian dengan produksi mencapai 95.140 ton pada 2025, yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, terutama Poso dan Parigi Moutong.

Sementara, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan ekspor langsung tersebut juga memperkuat posisi daerah sebagai sentra durian nasional yang mampu menembus pasar global.

0 Komentar