Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Berlanjut ke Polda Jabar, Ibu Lapor Suster Berinisial N

Suasana gedung Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Suasana gedung Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus dugaan bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya viral dan menyita perhatian publik, kini pihak keluarga membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan dugaan tindak pidana ke Polda Jawa Barat.

Ibu bayi yang menjadi pihak pelapor, Nina Saleha, didampingi kuasa hukumnya, resmi mendatangi Mapolda Jabar pada Jumat (17/4/2026).

Baca Juga:Tekankan Ekonomi Kerakyatan, Ahmad Luthfi Minta Bank Jateng Prioritaskan KUR Diduga Alami Gangguan Jiwa, Mahasiswa di Dramaga Bogor Bacok Bibinya Usai Salat Subuh

Laporan tersebut ditujukan terhadap seorang tenaga kesehatan berinisial N yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Kuasa hukum Nina, Mira Widyawati, menjelaskan bahwa laporan polisi telah teregister dengan nomor LP/B/684/4/2026/SPKT Polda Jabar.

Menurutnya, pelaporan ini dilakukan setelah pihaknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jabar.

“Jadi kemarin Ibu Nina Saleha berniat membuat laporan. Terlapornya suster N. Kami sudah konsultasi dengan Direktorat PPA TPPO, dan direkomendasikan untuk langsung membuat laporan terkait dugaan Pasal 450 dan 452 KUHP,” ujar Mira.

Ia menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap awal penyelidikan, sehingga penyidik masih membutuhkan bukti permulaan untuk mendalami dugaan yang dilaporkan.

Sejumlah pihak juga berpotensi dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk membuka rekaman CCTV di rumah sakit.

“Pasal itu nanti akan dikembangkan. Masih perlu bukti-bukti awal. Termasuk kemungkinan pemanggilan pihak terkait dan pembukaan CCTV agar tidak menimbulkan polemik,” tambahnya.

Baca Juga:Berawal dari Nongkrong Pemuda, Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di BogorProyek PJU Rp32,7 Miliar di Narogong Belum Optimal, Masih Jadi PR Pemprov Jabar

Pihak pelapor berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan segera menemukan titik terang. Nina sendiri menegaskan keinginannya agar kejadian yang dialaminya dapat segera diselesaikan secara jelas tanpa menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

“Saya pengen cepat selesai. Saya ingin semua pihak yang disebut, termasuk suster dan satpam, dihadirkan dan lihat CCTV. Biar jelas kebenarannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Nina mengaku mengalami kepanikan saat mendapati bayinya yang sedang menjalani perawatan di RSHS Bandung berada di tangan orang yang tidak dikenalnya. Ia menuturkan bahwa anaknya saat itu tengah dirawat karena sakit kuning.

Menurut pengakuannya, insiden terjadi saat ia dan suaminya meninggalkan ruang perawatan untuk makan dan menunggu proses administrasi.

0 Komentar