“Setelah itu belum ada kelanjutan lagi sampai sekarang,” katanya.
Menurut Yadi, keberadaan Bale Pinton sangat mendesak untuk menghidupkan kembali aktivitas seni dan budaya yang kini cenderung vakum.
“Dulu kegiatan seni budaya di Ciburuy rutin. Sekarang setelah Bale Pinton tidak ada, jadi jarang,” ujarnya.
Baca Juga:Berawal dari Nongkrong Pemuda, Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di BogorProyek PJU Rp32,7 Miliar di Narogong Belum Optimal, Masih Jadi PR Pemprov Jabar
Ia juga menyinggung sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap seni dan budaya, khususnya budaya Sunda.
“Kami tahu Pak Dedi sangat mencintai budaya. Karena itu kami berharap beliau bisa segera merealisasikan pembangunan Bale Pinton ini,” katanya.
Lebih jauh, Yadi menegaskan pembangunan Bale Pinton tidak hanya penting bagi pelaku seni, tetapi juga bagi pengembangan kawasan wisata Situ Ciburuy secara menyeluruh.
Menurutnya, tanpa ruang budaya, konsep wisata di kawasan tersebut menjadi timpang karena hanya bertumpu pada wisata air semata.
“Kami ingin Ciburuy jadi pusat kegiatan seni budaya, minimal di Bandung Barat. Potensinya ada, banyak warga yang bergerak di bidang seni,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran Bale Pinton diyakini dapat menjadi daya tarik tambahan yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Kalau ada kegiatan seni dan budaya, pengunjung pasti bertambah. Jadi tidak hanya wisata air saja,” tutur Yadi.
Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke KeluargaPolisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil Disita
Ia pun berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak lagi menunda realisasi pembangunan Bale Pinton, mengingat tingginya kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Harapannya ini jadi perhatian serius. Budaya harus dijaga, dan itu butuh ruang yang difasilitasi,” pungkasnya. (Wit)
