JABAR EKSPRES – Ketiadaan ruang seni Bale Pinton di Situ Ciburuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB), membuat geliat budaya meredup, di tengah janji Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang belum juga ditepati.
Pantauan di lokasi pada Rabu (15/4/2026), bekas bangunan Bale Pinton sudah diratakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Area yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas seni itu kini hanya berupa lahan kosong, tanpa tanda-tanda pembangunan kembali.
Kondisi tersebut mempertegas belum adanya realisasi janji pembangunan ulang Bale Pinton yang digaungkan sejak 2023. Padahal, ruang seni tersebut sebelumnya menjadi titik sentral aktivitas budaya masyarakat setempat.
Baca Juga:Berawal dari Nongkrong Pemuda, Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di BogorProyek PJU Rp32,7 Miliar di Narogong Belum Optimal, Masih Jadi PR Pemprov Jabar
Apalagi sejak dibongkarnya Bale Pinton pada 2022 lalu dalam proyek revitalisasi kawasan wisata, aktivitas seni dan budaya di Situ Ciburuy perlahan meredup. Ruang yang selama ini menjadi wadah berekspresi para seniman hingga kini belum tergantikan.
Bahkan pembongkaran Bale Pinton kala itu di protes dari kalangan seniman dan budayawan. Mereka menilai penataan kawasan lebih menitikberatkan pada estetika wisata, tanpa mempertimbangkan keberlanjutan ruang budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Salah seorang pelaku seni di Situ Ciburuy, Asep, mengatakan para seniman hingga kini masih menunggu kepastian pembangunan kembali Bale Pinton.
“Waktu itu hasil musyawarah para seniman dan budayawan sepakat Bale Pinton harus dibangun lagi. Karena itu satu-satunya tempat kami berkesenian,” ujar Asep
Ia menilai ketiadaan ruang khusus membuat aktivitas kesenian menjadi tidak terarah dan semakin terbatas.
“Sekarang jadi bingung, tidak ada tempat khusus. Harapannya kalau dibangun lagi bisa lebih representatif dan bisa dipakai untuk kegiatan seni maupun aktivitas masyarakat,” katanya.
Sementara itu, staf Desa Ciburuy, Yadi, mengungkapkan rencana pembangunan Bale Pinton sebenarnya sudah diwacanakan sejak 2023, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.
Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke KeluargaPolisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil Disita
“Sejak peresmian revitalisasi dulu, Bale Pinton memang direncanakan dibangun kembali. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkap Yadi.
Ia menyebut, pemerintah desa hingga kini masih menunggu kepastian dari pemerintah provinsi. Terakhir, kata dia, sempat ada pengukuran dari dinas terkait pada 2024 hingga awal 2025.
