Achmad menekankan bahwa perbaikan infrastruktur dasar seharusnya menjadi prioritas utama karena berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya sistem pemeliharaan yang berkelanjutan, bukan hanya perbaikan sesaat.
“Manajemen prioritas menjadi penting. Pemerintah kota perlu memastikan bahwa program-program strategis tidak mengesampingkan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah warga Kota Bandung turut menyampaikan pandangan mereka terkait kondisi yang ada. Rina (34), warga Antapani, mengaku berharap adanya percepatan perbaikan jalan di lingkungannya.
Baca Juga:Pemkab Bandung dan Pemprov Jabar Dinilai Lalai Jalankan Fungsi Pengawasan Lingkungan Hidup, Ini Tuntutan WALHI13 Kecamatan Diterjang Banjir dan Puting Beliung, Bupati Bandung Turun Tangan Siapkan Rp3 Miliar
“Kalau bisa lebih cepat ditangani, karena ini menyangkut keselamatan juga, apalagi saat hujan,” katanya.
Sementara itu, Dedi (45), seorang PKL di kawasan Cicadas, berharap adanya kejelasan terkait penataan yang sedang berlangsung.
“Kami mendukung penataan kota, tapi tentu berharap ada solusi yang jelas dan tidak merugikan kami sebagai pedagang kecil,” ujarnya.
Menanggapi berbagai dinamika tersebut, Achmad menilai bahwa tantangan utama kepemimpinan ke depan adalah memastikan kesinambungan antara perencanaan dan pelaksanaan kebijakan. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih terfokus, berbasis data, serta responsif terhadap kondisi di lapangan.
“Pemerintah kota memiliki peluang besar untuk memperkuat kepercayaan publik. Kuncinya ada pada konsistensi, komunikasi yang terbuka, dan keberanian untuk menyelesaikan masalah hingga tuntas,” pungkasnya. (Dam)
