JABAR EKSPRES – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat, menilai buruknya tata kelola ruang serta pengawasan lingkungan, baik oleh Pemerintah Kabupaten Bandung maupun Pemprov Jabar.
Tim Disaster WALHI Jawa Barat, Aldi Maulana mengatakan, melihat adanya bencana yang melanda wilayah Kabupaten Bandung secara serentak di sejumlah titik, menilai hal ini sebagai kelalaian fungsi pengawasan pemerintah.
“WALHI Jabar secara tegas menyatakan bahwa pemerintah baik di tingkat kabupaten maupun provinsi telah lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan lingkungan hidup,” katanya kepada Jabar Ekspres, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga:Bencana Melanda Kabupaten Bandung, WALHI Jabar Nilai Bupati DS Gagal Total Kelola Tata Ruang dan Sungai WALHI Jabar: Ada Dugaan Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo!
Aldi menerangkan, beberapa bentuk kelalaian yang WALHI Jabar identifikasi antara lain, yakni lemahnya penegakan tata ruang, kemudian kawasan lereng dan sempadan sungai yang semestinya menjadi zona lindung telah berubah fungsi tanpa tindakan tegas.
“Izin-izin usaha dan pembangunan di kawasan rawan bencana terus diterbitkan tanpa kajian lingkungan yang memadai. Pembiaran alih fungsi lahan di kawasan hulu,” terangnya.
Aldi memaparkan, ekspansi lahan pertanian dan perkebunan di kawasan lindung, yang berlangsung tanpa kontrol ketat dari dinas terkait adalah akar dari longsor berulang yang terjadi di Kecamatan Pacet, Kertasari, dan Pangalengan.
Diketahui, angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Selasa (7/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026) malam, memicu rangkaian bencana banjir dan tanah longsor.
Bencana yang menerjang itu menyapu sejumlah kecamatan secara bersamaan. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan BPBD Kabupaten Bandung, bencana banjir terjadi di Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, serta di Jalan Tanggulun Ibun, Desa Tanggulun, Kecamatan Ibun.
Sementara itu, peristiwa longsor terjadi di Jalan Raya Pacet-Cibereum, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari; di Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, serta di beberapa titik di Kecamatan Pacet, mencakup Desa Pangauban, Desa Cikitu, Desa Girimulya, dan Desa Mandalahaji.
Kejadian longsor tambahan juga tercatat di Kampung Balekambang RT 003 RW 016, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya.
Baca Juga:Tambang Ilegal Marak di Bandung, WALHI Desak Moratorium dan Penertiban SegeraRisiko Bencana Membesar di Jabar, Walhi Ingatkan Arah Krisis Ekologis
Di Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, warga terdampak mencapai 406 kepala keluarga atau sekitar 1.413 jiwa dari RW 01 dan RW 02 Kampung Rancabali.
Banjir juga menggenangi Jalan Tanggulun Ibun, Kecamatan Ibun, dengan dampak yang dirasakan warga RW 04 sebanyak 250 kepala keluarga, RW 05 sebanyak 200 kepala keluarga, dan RW 07 sebanyak 150 kepala keluarga.
