Pemerintah Perkuat Strategi Energi, Pasokan BBM dan LPG Dijaga di Tengah Tekanan Global

Pemerintah Perkuat Strategi Energi, Pasokan BBM dan LPG Dijaga di Tengah Tekanan Global
Ilustrasi pasokan gas LPG 3 kilogram. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional tetap terjaga, meskipun dihadapkan pada tekanan geopolitik global dan tingginya ketergantungan impor.

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, langkah mitigasi telah disiapkan secara menyeluruh untuk memastikan stabilitas energi nasional tidak terganggu.

Sekretaris Ditjen Migas, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, menegaskan bahwa kondisi pasokan saat ini masih aman berkat berbagai strategi yang telah dijalankan pemerintah.

Baca Juga:BPS Catat Produksi Gula Naik Sedangkan Konsumsi Rumah Tangga MenyusutRestrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Pemerintah Siap Umumkan Skema Baru

“Dengan seluruh langkah strategis mitigasi yang telah kami lakukan, dapat kami tegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman,” kata Rizwi dikutip dari ANTARA, Kamis (9/4).

Salah satu langkah utama adalah diversifikasi sumber impor energi. Pemerintah mulai mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Timur Tengah yang rawan gangguan distribusi, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

“Kami mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari negara Timur Tengah yang terkendala dengan masalah di Selat Hormuz, menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan (negara di) ASEAN,” ujarnya.

Selain mengamankan pasokan dari luar negeri, pemerintah juga memperketat pengelolaan konsumsi energi dalam negeri.

Bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kebijakan pengendalian konsumsi BBM dan LPG diterapkan agar penggunaan energi lebih efisien dan tepat sasaran.

Rizwi mengatakan, pemerintah juga mengintruksikan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mengutamakan minyak mentah produksi dalam negeri bagi kebutuhan kilang nasional.

“Crude yang diproduksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kilang minyak di dalam negeri,” ungkapnya.

Baca Juga:Peluang Besar! Menkeu akan Buka 380 Lowongan Bea Cukai untuk Lulusan SMAMarak Pungli, Bupati Bogor Siapkan Satgas Gabungan Sikat Oknum di Pakansari hingga Tempat Wisata

Optimalisasi juga dilakukan pada kilang dalam negeri, termasuk penyesuaian produksi untuk meningkatkan pasokan LPG.

Pemerintah turut mencari tambahan suplai, baik dari impor maupun produksi domestik, serta mengalihkan sebagian pasokan LPG industri untuk kebutuhan masyarakat, khususnya LPG subsidi 3 kilogram.

Di sisi hilir, BPH Migas juga melaporkan ketahanan stok BBM nasional berada dalam kondisi aman dengan tingkat ketersediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

0 Komentar