Pemerintah Perkuat Strategi Energi, Pasokan BBM dan LPG Dijaga di Tengah Tekanan Global

Pemerintah Perkuat Strategi Energi, Pasokan BBM dan LPG Dijaga di Tengah Tekanan Global
Ilustrasi pasokan gas LPG 3 kilogram. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut, ketahanan stok Pertalite mencapai 18,1 hari, Pertamax 22,1 hari, dan Pertamax Turbo 46,5 hari.

Untuk jenis solar, ketahanan stok tercatat 16,5 hari, sementara Pertamina Dex mencapai 64,5 hari dan avtur sebesar 28,1 hari.

“Kita simpulkan ketahanan stok BBM nasional dalam kondisi aman,” kata Wahyudi.

Baca Juga:BPS Catat Produksi Gula Naik Sedangkan Konsumsi Rumah Tangga MenyusutRestrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Pemerintah Siap Umumkan Skema Baru

Namun, di sektor LPG, ketergantungan impor masih menjadi isu krusial. Kebutuhan LPG nasional terus meningkat dari sekitar 25 ribu metrik ton per hari pada 2025 menjadi 26 ribu metrik ton per hari pada awal 2026.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 80 persen masih dipenuhi melalui impor.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur produksi LPG dalam negeri. Sejumlah proyek direncanakan mulai beroperasi pada 2026, termasuk fasilitas di Cilamaya, Jambimerang, Senoro, serta ekspansi kapasitas di Jawa Timur.

Selain itu, pemerintah juga mengamankan tambahan pasokan dari kerja sama internasional, termasuk komitmen suplai dari Jepang melalui proyek Inpex di Australia.

Dengan kombinasi strategi diversifikasi impor, penguatan produksi domestik, dan pengendalian konsumsi, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan energi nasional.

Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan di tengah ketidakpastian global.

0 Komentar