Polda Jabar: Angka Lakalantas Selama Ops Ketupat Lodaya 2026 Mengalami Penurunan 

Polda Jabar: Angka Lakalantas Selama Ops Ketupat Lodaya 2026 Mengalami Penurunan 
Anggota Kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas saat pemberlakuan sistem satu arah pada arus mudik di kawasan Limbangan, Kabupaten Garut. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar), menyebut angka kecelakaan lalu lintas atau lakalantas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 mengalami penurunan.

Menurut Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, angka lakalantas selama pelaksanaan operasi tersebut khususnya yang menyebabkan korban meninggal dunia turun secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tercatat, angka fatalitas turun tajam dari 121 jiwa pada tahun sebelumnya menjadi hanya 13 jiwa,” katanya, Senin (30/3).

Baca Juga:Euforia Libur Lebaran Usai, Arus Lalu Lintas KBB Kembali Lengang‎H+ 4 Lebaran Idul Fitri 2026, Masyarakat Padati Taman Lalu Lintas Bandung

Rudi mengungkapkan, turunnya angka tersebut tak luput dari keberhasilan strategi serta inovasi yang diterapkan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Seperti salah satunya penguatan layanan Call Center 110 di seluruh Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan titik keramaian di 23 wilayah hukum Polda Jabar, Rudi menyebut hal ini menjadi kunci utama menurunnya angka fatalitas tersebut.

“Yang kedua, penyediaan Hotline Mudik Polda Jabar yang menyajikan informasi realtime mengenai arus lalu lintas, akses CCTV Kota Bandung dan jalur tol, hingga lokasi posko terdekat. Lalu ketiga, penyediaan fasilitas pelayanan lengkap di pos-pos pengamanan, termasuk layanan penitipan kendaraan gratis di kantor polisi bagi masyarakat yang mudik tanpa kendaraan pribadi. Dan yang ke empat, seluruh Polres di jajaran Polda Jabar mendirikan pos tematik, yang memberikan pelayanan khusus sesuai karakteristik daerah masing-masing, ditambah dengan program mudik gratis bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, hadirnya inovasi Motor Senyum selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 juga, kata Rudi memiliki dampak yang cukup dirasakan.

Ia menyebut hadirnya Motor Senyum, bukan sekedar tim urai melainkan para petugas mengedepankan sisi humanis kepada masyarakat khususnya pemudik.

“Sehingga strategi ini terbukti efektif dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat,” ujarnya

Rudi menegaskan, strategi dan inovasi yang dilakukan Polda Jabar ini demi mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan humanis.

Baca Juga:Arus Mudik 2026 di Cimahi Melonjak 50 Persen, Sepeda Motor Dominasi Lalu LintasHadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Polres Cimahi Siapkan Sejumlah Skema Rekayasa Lalu Lintas

Sehingga penurunan angka kecelakaan lalu lintas, tutur dia menjadi capaian maksimal yang dilakukan oleh Polda Jabar.

“Ini menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi dan dedikasi seluruh jajaran kepolisian dalam melayani masyarakat selama hari raya Idulfitri,” pungkasnya.(San).

0 Komentar