JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi memasang target ambisius, proyek peningkatan kapasitas drainase senilai hampir Rp9 miliar harus rampung pada Oktober 2026. Program yang digarap melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) ini menjadi langkah utama untuk menekan persoalan genangan air yang kerap terjadi di sejumlah titik.
Kepala DPUPR Cimahi, Wilman Sugiansyah, menegaskan bahwa pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada akhir triwulan kedua tahun ini, setelah tahap perencanaan teknis dan proses pengadaan selesai.
“Dan di akhir triwulan dua ini kita sudah bisa aksi. Harapan saya seperti itu. Sudah bisa melaksanakan proses fisiknya,” kata Wilman pada Jabar Ekspres, Kamis (26/3/26).
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis
Ia menambahkan, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Meski demikian, pihaknya membuka kemungkinan penyesuaian apabila di lapangan muncul dinamika yang mengharuskan pengerjaan dilanjutkan ke titik lain.
“Seperti itu, mudah-mudahan Oktober bisa selesai,” cetusnya.
Anggaran hampir Rp9 miliar dari APBD tersebut akan difokuskan untuk peremajaan dan perbaikan 15 titik drainase yang tersebar di berbagai wilayah Cimahi, termasuk kawasan yang sebelumnya terdampak genangan.
Wilman menjelaskan, pendekatan yang dilakukan tidak sekadar perbaikan, tetapi juga peningkatan kualitas saluran. Salah satunya dengan mengganti konstruksi lama berbahan batu kali menjadi u-ditch atau beton agar aliran air lebih optimal.
“Jadi yang semula masih mungkin baru batu kali, terus kita pasang jadi u-ditch atau beton seperti itu. Di tahun ini tuh kurang lebih kita menganggarkan hampir 9 miliar,” katanya.
Namun di balik target penyelesaian tersebut, DPUPR Cimahi dihadapkan pada sejumlah tantangan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya penataan ulang drainase agar sepenuhnya sesuai dengan kaidah teknis.
“Hampir 9 miliar dari APBD untuk perbaikan drainase kalau untuk drainase itu sendiri sih,” sambung Wilman.
Selain itu, kondisi ruas jalan yang relatif sempit serta tingginya biaya pembebasan lahan turut memperumit realisasi rencana di lapangan.
Baca Juga:Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di PameungpeukORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional
“Terbatasnya oleh anggaran, bukan hanya karena ruas jalan kita yang sempit-sempit, rata-rata kan Kota Cimahi yang tidak terlalu lebar ruas jalannya. Juga terbatas oleh memang harga lahan yang effort nya cukup besarlah untuk penganggaran pembebasan lahannya,” kata Wilman.
