TPA Sarimukti Krisis, Komisi IV DPRD Jabar Peringatkan Ancaman Darurat Sampah Idul Fitri

Komisi IV DPRD Jabar mengeluarkan peringatan mendesak terkait kondisi operasional TPA Sarimukti kini dalam st
Komisi IV DPRD Jabar mengeluarkan peringatan mendesak terkait kondisi operasional TPA Sarimukti kini dalam status kritis. 
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komisi IV DPRD Jabar mengeluarkan peringatan mendesak terkait kondisi operasional Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat yang kini dalam status kritis.

Ancaman darurat sampah membayangi wilayah Bandung Raya, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang secara historis selalu disertai lonjakan volume sampah rumah tangga yang signifikan.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, mengungkapkan fakta bahwa Zona V yang menjadi area pembuangan aktif saat ini sudah melampaui daya tampung (over capacity).

Baca Juga:Pansus XI DPRD Jabar Kejar Optimalisasi PAD Melalui Regulasi Pajak Air PermukaanDPRD Jabar Desak Penambahan RKB di Majalengka Akibat Krisis Ruang Belajar SMK

‘’Tapi Kondisi ini dinilai tidak akan mampu bertahan lama, apalagi menampung puncak kiriman sampah saat lebaran,’’ ujar Tedy dalam keterangannya.

Zona V Nyaris Penuh

Berdasarkan pantauan langsung, Tedy menegaskan bahwa daya tampung TPA Sarimukti saat ini sangat mengkhawatirkan. Tanpa penanganan luar biasa dari hulu, fasilitas ini diprediksi tidak akan bisa beroperasi normal dalam hitungan bulan ke depan.

“Berdasarkan pemantauan dan laporan yang kami terima hari ini (16/3/2026), areanya sudah nyaris penuh. Diperkirakan hanya mampu menerima kiriman kurang lebih satu tahun lagi dalam kondisi normal, bukan kondisi lonjakan seperti Idul Fitri,” ujar Tedy Rusmawan.

Situasi ini menjadi perhatian serius Komisi IV karena fasilitas pengolahan pengganti, TPPAS Legok Nangka, baru ditargetkan rampung pada 2029.

Hal ini menciptakan jeda waktu tiga hingga empat tahun yang rawan pemicu darurat sampah jika tidak ada antisipasi matang.

Antrean Truk dan Kendala Operasional Ramadan

Krisis di hulu sudah berdampak langsung di TPA Sarimukti. Ratusan truk pengangkut sampah dari wilayah Bandung Raya mengantre panjang hingga 1,5 kilometer di akses menuju TPA, Senin (16/3/2026).

Antrean ini melumpuhkan arus lalu lintas di jalan penghubung Cipatat hingga Cipeundeuy karena badan jalan dipenuhi armada sampah yang menunggu giliran masuk ke area pembuangan.

Baca Juga:Bikers Sundawani Bersinergi Jaga Kondusivitas Bandung Lewat Aksi Sosial RamadanNasib Pekerja Gig Indonesia, Antara Inovasi Digital dan Urgensi Perlindungan Regulasi

Salah seorang sopir truk dari Kota Bandung, Raffi (24), mengaku harus tiba sejak dini hari untuk mendapatkan antrean.

“Saya datang jam satu malam, tapi sampai pagi masih antre. Kalau berangkat pagi biasanya sudah tidak kebagian karena TPA keburu tutup,” katanya.

0 Komentar