Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA Regional DLH Jabar, Arief Perdana, mengakui adanya penumpukan.
Faktor pemicunya antara lain pembatasan kuota mingguan yang sempat habis, serta perubahan jam operasional selama bulan Ramadan yang menjadi lebih singkat (pukul 06.00-17.30 WIB).
Kendala teknis seperti landasan licin akibat hujan dan jembatan timbang yang sempat terendam banjir turut memperlambat proses pembuangan.
Baca Juga:Pansus XI DPRD Jabar Kejar Optimalisasi PAD Melalui Regulasi Pajak Air PermukaanDPRD Jabar Desak Penambahan RKB di Majalengka Akibat Krisis Ruang Belajar SMK
Himbauan Disiplin Pemilahan Jelang Lebaran
Menyikapi ancaman ledakan sampah jelang Idul Fitri di tengah kondisi TPA yang kritis, DPRD Jabar mengeluarkan himbauan tegas kepada masyarakat dan pemerintah daerah di empat kota/kabupaten yang bergantung pada Sarimukti. Masyarakat didorong disiplin melakukan pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga).
Limbah organik diharapkan dikelola secara mandiri di tingkat RT/RW maupun kecamatan menggunakan metode pengomposan atau komposter, sehingga tidak seluruhnya dikirim ke TPA Sarimukti.
Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah kelumpuhan total sistem pembuangan sampah regional saat perayaan lebaran nanti. (yan)
