Pertamina Kelimpungan Cari Sumber Impor BBM Alternatif Imbas Penutupan Selat Hormuz?

Pertamina Kelimpungan Cari Sumber Impor BBM Alternatif Imbas Penutupan Selat Hormuz?
Ilustrasi kapal pengangkut impor BBM. Dok. Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penutupan Selat Hormuz imbas perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat tampaknya mulai dirasakan sejumlah negara, termasuk Indonesia, terlebih dalam pasokan impor bahan bakar minyak (BBM).

Meski sebelumnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim stok BBM aman hingga Hari Raya Idulfitri, namun industri sendiri mulai merasakan dampaknya.

Bahkan, PT Pertamina (Persero) tampak mulai mencari sumber impor alternatiif untuk mengantisipasi pasokan energi nasional. Mengingat penutupan Selat Hormuz berdampak pada distribusi energi global.

Baca Juga:Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Idulfitri, Bahlil: Jangan "Panic Buying"Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Minyak Dunia Meroket, Benarkah?

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengklaim bahwa pihakya telah menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga ketahanan stok energi nasional.

“Jadi tentunya kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus,” ujarnya, dikutip Jumat (13/3/2026).

Kemudian, ia juga menyebut bahwa sumber pasokan energi Indonesia tidak hanya berasal dari Timur Tengah, tetapi juga berasal dari wilayah lain seperti Afrika dan AS.

“Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya,” tuturnya.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sebelumnya sempat memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global.

Selat tersebut menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak mentah dari negara-negara produsen di Timur Tengah ke berbagai negara konsumen.

Pemerintah sebelumnya mencatat bahwa sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia dikirim melalui Selat Hormuz.

Baca Juga:RI Optimis Ekonomi Nasional Tumbuh, Penutupan Selat Hormuz Tak Berpengaruh?Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" BBM, Stok Aman?

Langkah pencarian alternatif impor minyak ini juga direncanakan Pertamina setelah dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Dua kapal tersebut adalah very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride dengan ship management dari NYK serta kapal Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management.

Berdasarkan laporan PIS pada Senin (2/3), Pertamina Pride telah selesai melakukan proses loading dan berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi, sementara Gamsunoro sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak.

0 Komentar