79 Anak Antusias Ikuti Workshop Mewarnai di Kampung Ramadan Gada Membaca Ciamis

79 Anak Antusias Ikuti Workshop Mewarnai di Kampung Ramadan Gada Membaca Ciamis
Anak-anak menunjukkan hasil lukisan mereka dalam acara Workshop Mewarnai di Kampung Ramadan Gada Membaca Ciamis belum lama ini. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Suasana kreatif dan ceria mewarnai lantai dua sekretariat Komunitas Gada Membaca, Ciamis. Sebanyak 79 anak-anak dari berbagai sekolah dan PAUD di wilayah Winduraja dan sekitarnya mengikuti workshop mewarnai dan melukis yang digelar dalam rangkaian acara Kampung Ramadan 1447 H. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Syarif Husein, seorang pelukis yang tergabung dalam Komunitas Seni Lukis Galuh (KSLG).

Workshop yang dimulai sejak pagi hari tersebut bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak di bulan suci Ramadan dengan aktivitas positif dan edukatif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap arahan dari Kang Syarif Husein. Mereka membawa peralatan gambar masing-masing dan langsung mempraktikkan teknik-teknik yang diajarkan.

Dalam materinya, Syarif Husein tidak hanya fokus pada teknik mewarnai semata. Ia juga memberikan pemahaman mendasar tentang seni rupa kepada anak-anak. Ia memperkenalkan jenis-jenis warna dasar dan bagaimana mengombinasikannya. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kegiatan melukis ini memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu untuk mengedukasi sekaligus melestarikan budaya seni rupa sebagai salah satu fondasi peradaban bangsa.

Baca Juga:Setahun Bullion Bank, BSI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Capai 22,5 TonStok BBM-LPG hingga Pangan Jelang Lebaran Diklaim Terjaga, Benarkah?

“Anak-anak adalah penopang peradaban. Lewat seni, mereka belajar mengekspresikan diri dan mengasah kepekaan,” ujar Syarif Husein, Minggu (8/3/2026).

Pria yang akrab disapa Kang Syarif itu juga memberikan sejumlah saran kepada para orang tua dan guru pendamping. Menurutnya, anak-anak sebaiknya dibiasakan belajar melukis secara rutin, namun harus sesuai dengan minat mereka dan tanpa paksaan.

Ia mengizinkan anak-anak untuk bebas berekspresi, imajinatif, dan bahkan abstraksi dalam menggunakan media gambar. Hal ini, kata dia, penting untuk mengembangkan kreativitas alami anak.

Selain teknik melukis, Kang Syarif juga menekankan pentingnya literasi bagi seorang pelukis. Ia menjelaskan bahwa pengetahuan yang luas yang diperoleh melalui membaca akan memperkaya wawasan dan imajinasi. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan keterampilan teknis dan membuat karya seni tidak kaku atau monoton dalam merespons objek.

“Literasi dalam seni rupa, terutama literasi visual, sangat berfungsi untuk meningkatkan kemampuan menganalisis, memaknai, dan mengapresiasi karya secara mendalam. Ini menjembatani pemahaman budaya, menggabungkan literasi bahasa dengan seni rupa, serta membuat pelukis lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” terangnya.

0 Komentar