Nasib Pilu Keluarga Asal KBB, Dijanjikan Kerja di Sawit Malah Terlantar di Papua

Ilustrasi: Ditelantarkan. Dok Pixabay
Ilustrasi: Ditelantarkan. Dok Pixabay
0 Komentar

Jabar Ekspres – Iming-iming pekerjaan di perkebunan kelapa sawit membuat satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, terlantar di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Mereka diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja dan terkatung-katung selama lebih dari setahun tanpa pekerjaan yang dijanjikan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Idad Saadudin, membenarkan pihaknya telah menerima surat permohonan pemulangan keluarga tersebut dari Dinas Sosial Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Baca Juga:de Braga by ARTOTEL Hadirkan Express Lunch Bernuansa Nusantara di Jantung BragaLibur Panjang Idul Adha, Kepadatan Jalur Puncak Bogor Diprediksi Terjadi Weekend

“Kami menerima permohonan pemulangan satu keluarga warga Bandung Barat yang saat ini berada di Kota Sorong. Berdasarkan informasi yang kami terima, mereka diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja sehingga terlantar di sana selama lebih dari satu tahun,” kata Idad saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).

Keluarga tersebut terdiri dari Ade Halidan, istrinya Peni Herawati, serta dua anak mereka, M. Nurfadilah dan Rizki Thermawan. Informasi mengenai keberadaan mereka pertama kali diterima Pemkab Bandung Barat melalui surat yang dikirim Dinas Sosial Kota Sorong.

Menurut Idad, keluarga tersebut awalnya tergiur tawaran pekerjaan di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Namun sesampainya di lokasi tujuan, pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah mereka dapatkan.

“Untuk proses pemulangan, Dinas Sosial KBB telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) KBB, serta aparat kewilayahan setempat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB, Dewi Andani mengatakan keluarga tersebut dijadwalkan pulang ke Bandung Barat pada Sabtu (30/5/2026) melalui jalur laut. Proses pemulangan juga mendapat dukungan dari Baznas KBB.

“InsyaAllah hari Sabtu berangkat menuju Jakarta terlebih dahulu menggunakan kapal laut. Kami juga mendapat bantuan dari Baznas dalam proses pemulangan keluarga ini,” ujar Dewi.

Berdasarkan keterangan sementara, keluarga tersebut sempat dibawa ke Kalimantan sebelum akhirnya berada di Sorong. Selama di sana, mereka tidak kunjung memperoleh pekerjaan hingga akhirnya terlantar dan mendapat penanganan dari Dinas Sosial setempat.

0 Komentar