Stok BBM-LPG hingga Pangan Jelang Lebaran Diklaim Terjaga, Benarkah?

Stok BBM-LPG hingga Pangan Jelang Lebaran Diklaim Terjaga, Benarkah?
Ilustrasi seorang pengendara sepeda motor tengah melakukan pengisian bahan bakar di SPBU self service. Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa, pasokan energi di dalam negeri jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M masih dalam kondisi aman terkendali.

Hal itu disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Ia memastikan bahwa ketersediaan energi, mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga LPG saat ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Baca Juga:Konflik Timur Tengah Kian Memanas, UMKM Perlu Waspadai IniHarga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Aman

“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM untuk menjelang Hari Raya Idulfitri, Insya Allah, semuanya aman, termasuk LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan, meskipun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” ujarnya, dikutip Kamis (5/3/2026).

Selain itu, ia menyadari bahwa kondisi geopolitik di Timur Tengah saat ini memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah dunia.

Kendati begitu, ia memastikan bahwa pihaknya tidak akan menaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.

“Harga BBM bersubsidi saya pastikan sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan. Sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran,” kata dia.

Adapun untuk BBM non-subsidi, ia menyebut bahwa penyesuaian harga tetap dilakukan sebagaimana mekanisme pasar, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga menyampaikan bahwa stok pangan tetap terjaga menjelang Idulfitri.

“Saya mengurusi pangan, bagaimana Lebaran itu ketersediaan terjaga dan harga tetap terjangkau,” kata Zulhas.

Baca Juga:RI Bakal Impor Beras dari AS, Bertentangan dengan Swasembada?Purbaya: APBN Cukup Kuat di Tengah Potensi Krisis Akibat Konflik Iran dengan AS-Israel

Bahkan, ia menyebut bahwa pihaknya aktif turun langsung ke berbagai daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar, serta mendorong intervensi jika ada kenaikan harga.

“Saya juga sudah minta untuk keliling Indonesia, ke daerah-daerah, bertemu bupati dan wali kota agar menggelar bazar atau operasi pasar,” kata dia.

Zulhas mengatakan pemerintah daerah dapat mengintervensi harga dengan memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memberikan subsidi, baik subsidi transportasi maupun subsidi harga.

Pemerintah mengaku akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga secara intensif hingga masa libur Lebaran usai, guna memastikan aktivitas ekonomi nasional dan mobilitas masyarakat berjalan lancar tanpa terkendala kebutuhan pangan maupun energi.

0 Komentar