JABAR EKSPRES – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam memperkuat pasokan bahan baku industri emas nasional dengan menandatangani perjanjian pembelian emas hingga 6 metrik ton per tahun melalui skema gold sales and purchase agreement (GSPA).
Direktur Komersial Antam Handi Sutanto mengatakan kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan emas dari sumber domestik sekaligus mempertegas posisi Antam sebagai produsen emas yang berbasis pada sumber daya tambang Indonesia.
“Dengan perjanjian ini, kami memperkuat visi emas Antam sebagai emas bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikat LBMA di Indonesia,” ujar Handi dikutip dari ANTARA, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga:Harga CPO Dunia Melonjak, Bapanas Pertimbangkan Penyesuaian HET MinyaKitaPemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk THR Lebaran ASN
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Antam dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) yang merupakan anggota holding Market Group.
Masing-masing kontrak berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi sekitar 3 metrik ton emas per tahun. Dalam kerja sama ini, Antam berperan sebagai pembeli, sedangkan BSI dan PETS menjadi sebagai penjual.
Handi menjelaskan, Antam berperan sebagai penghubung penambang dengan pasar, menghubungkan hasil galian tambang bumi Indonesia hingga menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.
“(Emas) dipersembahkan kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” kata Handi.
Handi menuturkan, melalui GSPA ini, transaksi emas granula hasil pemurnian domestic dilakukan secara terstruktur, memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir di dalam negeri.
Ia juga menambahkan, kepastian suplai dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan asal-usulnya menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan brand emas Antam.
“Kami ingin emas Antam menjadi emas yang berakhlak, aman dan nyaman dimiliki masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen ESG perusahaan yang terus kami perkuat,” ucapnya.
Baca Juga:Mendag Fokus Siapkan Strategi Hadapi Konflik Iran, Jaga Daya Beli dan Ekspor Inflasi Ramadhan Jadi Pola Tahunan, BPS Catat Lonjakan Harga Konsisten dalam 5 Tahun
Selain itu, Handi menegaskan bahwa sebagai brand emas nasional, Antam tidak luput dari perhatian public, termasuk media sosial. Namun, perusahaan memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari kecintaan masyarakat terhadap brand emas nasional.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar tata kelola dan regulasi yang berlaku,” ujar Handi.
