JABAR EKSPRES – Kembali beroperasinya penerbangan jet komersial di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, dinilai bukan sekadar mengembalikan akses transportasi udara, tetapi juga dapat menjadi pengungkit aktivitas ekonomi di Kota Bandung dan Jawa Barat.
Pengamat ekonomi UPI, Adib Sultan, menilai keberadaan Bandara Husein memiliki nilai strategis karena lokasinya yang relatif dekat dengan pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, pendidikan, hingga pariwisata.
Pesawat jet komersial kembali mendarat di Bandara Husein Sastranegara pada Jumat (14/8/2026), setelah layanan penerbangan jet berjadwal sempat berhenti sejak 2023. Pada hari pertama pengoperasian kembali, penerbangan komersial menggunakan pesawat jet dilayani oleh Garuda Indonesia dan Citilink dengan sejumlah rute domestik.
Baca Juga:Sambut HUT RI di Aspol Tasikmalaya, Polisi dan Warga Adu Seru Lomba TradisionalRachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya Juara
Menurut Adib, reaktivasi Husein perlu dilihat dari perspektif efisiensi ekonomi. Akses bandara yang lebih dekat dengan pusat kota dapat memangkas biaya waktu, transportasi, sekaligus biaya koordinasi bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“Bandara Husein itu punya keunggulan geografis. Ia berada sangat dekat dengan pusat pemerintahan, bisnis, pendidikan, dan pariwisata. Ketika bandara ini kembali aktif, biaya ekonomi, baik biaya waktu, biaya transportasi, maupun biaya koordinasi bisnis, menjadi jauh lebih rendah,” ujar Adib
Adib menilai efisiensi waktu menjadi salah satu manfaat ekonomi yang cukup penting dari kembali beroperasinya Bandara Husein.
Selama penerbangan jet berpusat di bandara yang lokasinya lebih jauh dari Kota Bandung, masyarakat dan pelaku usaha harus mengeluarkan waktu serta biaya tambahan untuk perjalanan darat.
“Dalam ekonomi, efisiensi waktu itu sangat menentukan. Jika satu perjalanan bisnis memakan tambahan dua sampai tiga jam, itu sudah menurunkan produktivitas. Reaktivasi Husein mengembalikan efisiensi yang sempat hilang,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi penting bagi sektor ekonomi yang mengandalkan mobilitas tinggi, seperti perdagangan, jasa keuangan, industri kreatif, pendidikan, hingga kegiatan bisnis dan event.
Kembali tersedianya penerbangan jet secara langsung ke pusat Kota Bandung juga berpotensi meningkatkan daya tarik Bandung sebagai destinasi bisnis dan wisata.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak193 Warga Tasikmalaya Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Anggaran Capai Rp3,86 Miliar
Dampak ekonomi dari reaktivasi Bandara Husein, menurut Adib, tidak berhenti pada sektor penerbangan. Setiap penumpang yang datang ke Bandung membawa potensi belanja yang dapat mengalir ke berbagai sektor ekonomi.
