JABAR EKSPRES – Budi Santoso menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi potensi dampak ekonomi global akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas harga dan memperkuat pasar domestik agar tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman konflik sebelumnya antara Iran dan Israel tidak memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Namun, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipatif jika situasi memburuk.
Baca Juga:Inflasi Ramadhan Jadi Pola Tahunan, BPS Catat Lonjakan Harga Konsisten dalam 5 TahunBahlil Tegaskan Impor Energi dari AS hanya Pengalihan Pemasok, Bukan Penambahan Volume
Menurutnya, apabila terjadi eskalasi hingga penutupan Selat Hormuz, harga minyak dunia berpotensi melonjak. Kenaikan harga energi akan berdampak langsung pada biaya produksi, transportasi, hingga harga barang konsumsi.
“Pasti ya, nanti minyak atau bahan bakunya jadi naik ya. Tapi kan gini, pertumbuhan ekonomi kita kan banyak ditopang oleh konsumsi dalam negeri, konsumsi domestik. jadi ya kita harus memberdayakan itu, tetap menjaga itu,” ujarnya.
Ia juga menyebut, sektor manufaktur dan ekspor akan menjadi yang paling berdampak karena adanya peningkatan biaya produksi dan logistik. namun, hal ini juga tidak hanya berlaku bagi Indonesia saja, namun bersifat global.
Maka, strategi kedua pemerintah adalah mendorong ekspor ke pasar-pasar yang relatif tidak terdampak konflik. Diversifikasi tujuan ekspor dinilai penting untuk menjaga momentum perdagangan di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah akan memaksimalkan berbagai stimulus yang telah disiapkan khususnya menjelang momentum lebaran, serta mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk menjaga perputaran ekonomi domestik.
“Kita antisipasi itu dulu, kita jaga momentum yang bagus itu. Apalagi ini mau Lebaran, saya piker banyak ya stimulus yang telah diberikan oleh pemerintah. Dan kita akan terus melakukan gerakan-gerakan bersama swasta, ya untuk meningkatkan daya beli kita, untuk meningkatkan daya beli kita di pasar domestic,” jelasnya.
