JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menetapkan Kampung Bojong Huni, Desa Cibenda, sebagai lokasi hunian tetap bagi 27 keluarga korban longsor Kampung Gintung.
Lahan seluas 3.600 meter persegi yang berada sekitar 1,5 kilometer dari lokasi bencana tersebut kini memasuki tahap persiapan cut and fill sebelum pembangunan rumah bagi para penyintas dimulai.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) KBB, Anni Roslianti, mengatakan pihaknya tengah menyusun dokumen untuk proses lelang pekerjaan cut and fill. Tahapan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan setelah pekerjaan dimulai.
Baca Juga:Sambut HUT RI di Aspol Tasikmalaya, Polisi dan Warga Adu Seru Lomba TradisionalRachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya Juara
“Sekarang kami sedang masuk proses lelang cut and fill. Setelah lelang selesai dan pekerjaan dimulai, targetnya bisa rampung sekitar tiga bulan,” kata Anni, Jumat (14/8/2026).
Anni menjelaskan, lahan untuk relokasi tersebut telah dibebaskan Pemkab Bandung Barat sejak 2025. Sebelum ditetapkan, proses pengadaan lahan harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari studi kelayakan untuk memastikan keamanan lokasi, penyusunan dokumen pengadaan hingga penilaian harga oleh tim appraisal.
Setelah pekerjaan cut and fill selesai, pembangunan 27 unit hunian tetap akan dilanjutkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara Pemkab Bandung Barat bertanggung jawab pada pengadaan lahan dan penyiapan kontur lahan.
“Untuk relokasi rumah ada 27 KK. Nanti yang membangun rumahnya BNPB, sedangkan kami menangani pengadaan lahan dan cut and fill,” ujarnya.
Kepala Desa Cibenda, Abdul Rohman, mengatakan lokasi di Kampung Bojong Huni merupakan salah satu dari dua lahan yang sebelumnya diajukan untuk relokasi. Berdasarkan kajian Badan Geologi, kedua lokasi tersebut dinyatakan aman untuk dijadikan kawasan permukiman.
“Di lokasi itu akan dibangun 27 rumah. Sisanya untuk fasilitas umum seperti masjid, sarana pengajian, madrasah dan jalan,” kata Abdul.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha, mengatakan anggaran relokasi korban longsor Cibenda telah dimasukkan dalam APBD 2027. Anggaran tersebut juga mencakup relokasi warga terdampak pergerakan tanah di Cibedug.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak193 Warga Tasikmalaya Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Anggaran Capai Rp3,86 Miliar
Nur menilai kepastian anggaran tersebut menjadi langkah penting untuk menuntaskan proses relokasi yang telah dinantikan warga terdampak selama lebih dari dua tahun.
