Selain itu, Amran menegaskan bahwa stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog saat ini melimpah dan mencapai empat juta ton.
Untuk itu, kata dia, jika dibandingkan dengan total cadangan tersebut, rencana impor 1.000 ton beras itu kecil sehingga tidak signifikan tergadap ketahanan pangan nasional.
Mentan menyebut kondisi stok yang melimpah menjadi bukti Indonesia telah mencapai swasembada beras dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri.
Baca Juga:Purbaya: APBN Cukup Kuat di Tengah Potensi Krisis Akibat Konflik Iran dengan AS-IsraelSelat Hormuz Ditutup Imbas Konflik Iran dengan AS-Israel, Kemenkeu Pantau Potensi Risiko
“Kita harus rasional. Jangan pakai rasa. Yang baru akan (impor beras 1.000 ton itu) seakan hantu, tetapi yang kita ekspor itu yang kita bahas sekarang,” kata Amran.
