Rencana Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Daerah Rp2 Triliun Masih Dibahas, Ini Rincian Proyeknya!

Rencana Demul Ajukan Pinjaman Daerah Rp2 Triliun Masih Dibahas, Ini Rincian Proyeknya!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Opsi pinjaman daerah sekitar Rp2 Triliun masih dalam tahap pembahasan. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Senin (2/3).

Dedi Mulyadi menguraikan, pinjaman daerah itu merupakan salah satu opsi pembiayaan daerah di tengah menurunnya fiskal daerah karena faktor mampetnya transfer dari pusat.

“Opsi pinjaman Rp2 triliun sedang dibahas. Karena DBH hampir Rp3,75 triliun tertunda. Andai kata dibayarkan (DBH.red), kami tidak akan pinjam,” jelasnya dalam video yang juga dibagikan dalam akun medsosnya itu.

Baca Juga:Bangun Infrastruktur, Dedi Mulyadi akan Melakukan Pinjaman Daerah Sebesar Rp2 TriliunGubernur Jabar Tanda Tangani Perjanjian Pinjaman Daerah dengan PT Sarana Multi Infrastruktur

Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menjabarkan sejumlah proyek infrastruktur yang bakal di-cover dengan utang tersebut. “Kalau belanja infrastruktur di APBD 2026 itu ada sekitar Rp4,6 Triliun, tapi ada beberapa yang akan di-cover,” jelasnya.

Sebagai mana hasil diskusi dengan Bank BJB, ada sejumlah proyek infrastruktur yang memenuhi kriteria. Yakni, proyek pekerjaan rekonstruksi jalan senilai Rp673 miliar.

Kemudian proyek pekerjaan rehabilitasi jalan Rp87 miliar. Pelebaran jalan Rp152 miliar, pemeliharaan berkala Rp73 miliar, saluran drainase Rp40 miliar, rehab jembatan dan pergantian jembatan Rp395 miliar. Termasuk proyek sejumlah underpas dan lainya Rp741 miliar.

Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana opsi pinjaman daerah itu pada Kamis (26/2) lalu. Ia menguraikan, Pemprov Jawa Barat tengah mengalami kehilangan fiskal hampir Rp3 triliun, padahal banyak rencana besar yang butuh di eksekusi.

Maka, pinjaman daerah menjadi alternatif yang terpaksa di pilih. “Saya jujur aja tahun ini saya mengajukan pinjaman Rp2 Triliun, tetapi (cicilan atau tenor.red) hanya berlaku selama saya memimpin,” katanya.

Dedi Mulyadi melanjutkan, pinjaman itu diperlukan untuk membiayai sejumlah proyek besar. “Itu untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang besar,” jelasnya.

Menurut Dedi Mulyadi, beberapa proyek yang dimaksud di antaranya pembangunan Jalur Puncak 2, underpass dan beberapa jembatan layang.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Batasi Motor Pelajar di Jabar, Kebijakan Mulia atau Bebani Warga?Dedi Mulyadi Wacanakan Sewa Helikopter untuk Antar Jemput Pasien dan Dokter di Jabar

“Itu cicilannya sampai 2030 selama saya memimpin. Gitu loh, jadi tidak boleh lebih,” katanya. (Son)

0 Komentar