Dedi Mulyadi Wacanakan Sewa Helikopter untuk Antar Jemput Pasien dan Dokter di Jabar

Ilustrasi Gubernur Dedi Mulyadi bakal sewa helikopter. (Gemini AI)
Ilustrasi Gubernur Dedi Mulyadi bakal sewa helikopter. (Gemini AI)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mewacanakan penyediaan helikopter sebagai sarana penunjang layanan kesehatan di provinsi tersebut. Heli ini akan digunakan untuk mengangkut pasien serta dokter spesialis.

Wacana ini disampaikan saat dialog Dedi Mulyadi dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Direktur RSUD Jampangkulon, beberapa hari lalu.

Dalam momen yang juga dibagikan di akun media sosialnya, Dedi memulai dialog dengan Direktur RSUD Jampangkulon, Lusi Apriani, untuk menanyakan kondisi dan permasalahan rumah sakit di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta

Dialog itu membahas mulai dari kapasitas ruangan, ketersediaan dokter spesialis, hingga ruang rawat inap. Salah satu kendala utama yang muncul adalah minimnya kunjungan dokter spesialis ke rumah sakit tersebut, yang sebagian besar disebabkan oleh keterbatasan akses, karena lokasi rumah sakit jauh dari Kota Bandung.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menawarkan wacana penyediaan helikopter. “Kalau saya siapka Heli (Helikopter.red) bagaiaman, serius ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, helikopter tersebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk transportasi dokter spesialis. “Jadi nanti dokter bisa datang. Itu termasuk pengangkutan pasien yang harus diangkut ke rumah sakit lebih besar,” katanya.

Dedi menjelaskan bahwa konsepnya adalah sistem sewa. Pemprov Jawa Barat atau Dinas Kesehatan akan membuat MoU dengan penyedia jasa helikopter. “Nanti Dinas Kesehatan saya suruh sewa heli setahun on call. Bisa itu,” terangnya.

Di sisi lain, RSUD Jampangkulon pada tahun ini juga telah disiapkan alokasi anggaran yang tidak sedikit. Data SIRUP mencatat, paket belanja modal bangunan kesehatan itu memiliki Pagu Anggaran Rp 49 miliar. Rencananya untuk pembangunan Gedung KIA.(son)

0 Komentar