JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat layanan administrasi kependudukan (adminduk) hingga ke tingkat kelurahan dan kewilayahan, khususnya layanan akta kematian.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan seluruh layanan adminduk, mulai dari pembuatan KTP, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, akta kelahiran, hingga akta kematian, diberikan secara gratis dan tanpa pungutan liar.
“Tidak boleh ada pungutan sepeser pun dalam layanan administrasi kependudukan,” kata Farhan di Bandung, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Disdukcapil Bandung Gencarkan Tertib Adminduk Lewat Sekolah dan PKK, Dorong KIA dan IKDGelar Gebyar Adminduk, Disdukcapil Jamin Layanan Kependudukan selesai Satu Hari
Farhan menyebut, percepatan layanan menjadi kebutuhan mendesak karena dokumen kependudukan berkaitan langsung dengan berbagai hak administratif warga.
Dia juga memberi perhatian khusus pada penerbitan akta kematian yang selama ini kerap terlambat diterima keluarga. Pihaknya menargetkan, akta kematian dapat diterbitkan maksimal tiga hari setelah pemakaman.
Menurut Farhan, dokumen tersebut berdampak luas pada berbagai urusan administratif, mulai dari pengelolaan rekening bank, pengurusan pensiun, hingga pembagian hak waris keluarga.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Bandung mengintegrasikan aplikasi Simpelman milik Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang, dengan aplikasi Salaman dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Melalui integrasi ini, laporan kematian diproses lintas perangkat daerah.
“Setiap laporan kematian kini langsung diproses dan diantar ke rumah keluarga,” ujar Farhan.
Selain layanan kematian, Pemkot Bandung juga mengintegrasikan layanan pernikahan di Kantor Urusan Agama. Dengan integrasi tersebut, pasangan yang telah menikah dapat langsung memperoleh Kartu Keluarga tanpa harus mengurus secara terpisah.
Dia meminta, RT dan RW terlibat aktif membantu pendataan agar tidak terjadi keterlambatan administrasi. Menurutnya, akurasi data di tingkat lingkungan menjadi faktor penting dalam kelancaran pelayanan.
Baca Juga:Warga Padati Gedung Pakuan, Layanan Kesehatan dan Adminduk Jadi FavoritDisdukcapil Kota Bandung Akselerasi Layanan Adminduk Lewat Inovasi Terbaru Program Sila Duduk
“Layanan publik yang hebat adalah layanan yang tidak dianggap, karena memang sudah seharusnya,” pungkasnya.
