JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut bahwa, anggaran senilai Rp95,3 triliun telah dicairkan untuk dana transfer ke daerah (TKD) pada Januari 2026.
Disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin, bahwa dana TKD tersebut setara 13,8 persen dari pagu anggaran Rp693 triliun.
“Transfer ke daerah (TKD) telah dicairkan Rp95,3 triliun di Januari 2026 ini, termasuk yang sifatnya reguler maupun yang sifatnya itu on top, terutama untuk beberapa daerah bencana,” ujarnya, dikutip Selasa (24/2/2026).
Baca Juga:PPN PMSE Tetap Berlaku Bagi Perusahaan AS, Ini Penjelasannya!Usulan Hunian Vertikal Buruh di Bekasi Mulai Ditinjau, Ini Perkiraan Lokasi Pembangunannya!
Menurutnya, realisasi TKD periode Januari 2026 lebih tinggi 0,6 persen dibandingkan realisasi pencairan TKD Januari 2025 lalu, yakni sebesar Rp94,7 triliun.
Adapun, penyaluran itu diantaranya untuk dana bagi hasil (DBH) Rp2,7 triliun, dana alokasi umum (DAU) Rp62,8 triliun, dan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik Rp29,9 triliun.
Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi TKD awal tahun ini didominasi oleh relaksasi penyaluran untuk daerah terdampak bencana Sumatra.
“Di daerah terdampak bencana, telah dilakukan penyaluran TKD dengan relaksasi tanpa syarat salur di tiga provinsi yang terdampak,” kata dia.
Kemudian, ia menyebut bahwa pihaknya juga menyiapkan tambahan alokasi TKD senilai Rp10,65 triliun untuk sejumlah daerah terdampak bencana banjir bandang tersebut.
Penyaluran tambahan TKD untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, rencananya mulai dicairkan secar bertahap pada pekan depan.
“Mulai minggu depan daerah terdampak bencana akan mulai mendapatkan tambahan transfer ke daerahnya, di atas dari yang sifatnya reguler,” paparnya.
Baca Juga:Penukaran Uang Baru Jelang Idulfitri 2026 Dibuka, Ini Jadwal Pemesanannya!BI Klaim Inflasi RI Terjaga Selama Ramadan, Ini Penjelasannya!
Di samping TKD, pemerintah merealisasikan belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp131,9 triliun atau 4,2 persen dari target, tumbuh 53,3 persen.
Pertumbuhan yang tinggi terlihat pada komponen belanja kementerian/lembaga sebesar 128,9 persen (yoy). Nilai realisasi belanja K/L tercatat sebesar Rp55,8 triliun atau 3,7 persen dari target.
Sedangkan, belanja non-K/L terealisasi sebesar Rp76,1 triliun atau 4,6 persen dari target, tumbuh 23,4 persen (yoy).
Sementara itu, pendapatan negara tercatat sebesar Rp172,7 triliun atau 5,5 persen dari target.
Dengan demikian, APBN per Januari 2026 mencetak defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
