JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) memastikan akan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) bersubsidi selama Ramadan 1447 Hijriah.
Program ini disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan, meski kemampuan fiskal daerah tahun ini mengalami penurunan, operasi pasar tetap menjadi prioritas.
Baca Juga:7 Pejabat Eselon II Pemkab Bandung Dirotasi, Ini Pesan Bupati Bandung!Mengenang Masa Kecil di Masjid Agung Bandung, Wali Kota Ajak Lakukan Ini di Momen Ramadan
“Walaupun TKD kita turun lebih dari setengahnya, tapi untuk operasi pasar murah bersubsidi tetap ada. Cuma volumenya yang kita kurangi karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Dicky menjelaskan, selama Ramadan pihaknya akan menyiapkan sekitar 5.000 lebih paket OPM yang akan digelar bersamaan dengan bazar Ramadan di sejumlah kecamatan.
“Untuk di bulan suci Ramadan itu kita akan ada OPM sebanyak 5.000 sekian paket yang akan dilaksanakan pada saat bazar Ramadan di beberapa wilayah kecamatan,” katanya.
Disperdagin juga akan bekerja sama dengan Perum Bulog sebagai penyedia komoditas. Ada empat bahan pokok yang masuk dalam paket OPM, yakni beras, minyak goreng premium, tepung terigu, dan gula pasir.
“Rencananya ada empat paket, nanti kita kerja samanya dengan Bulog seperti biasa karena mereka yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyediakan komoditinya. Biasanya beras, minyak goreng premium, terigu dan gula. Jadi empat komoditas,” jelasnya.
Terkait harga tebus paket, Disperdagin masih menunggu kepastian harga dari Bulog sebelum menentukan besaran subsidi dan harga yang dibayar masyarakat.
“Nanti kita akan koordinasi dengan Bulog dulu harga paketnya berapa. Harga subsidi kitanya memang per paketnya biar rata-rata lebih dari setengahnya, jadi masyarakat hanya tebus sekian,” ungkapnya.
Baca Juga:Anggaran Perbaikan Jalan Naik jadi Rp300 Miliar, Integrasi dan Pengawasan Proyek Kota Bandung DiujiRamadan at The Castle, Sensasi Buka Puasa Ala Eropa di G.H. Universal Hotel Bandung
Ia menegaskan, OPM ini bersifat tebus murah dan berbeda dengan program bantuan pangan.
“Kalau OPM itu bersubsidi jadi tebus murah, bukan bantuan. Beda dengan CPP cadangan pangan, kalau itu langsung bantuan yang disalurkan kepada masyarakat desa yang memerlukan,” tegasnya.
