Harga Sembako Mulai Naik, Stok Jabar Dipastikan Aman

Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Gun
BERDIALOG: Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna berdialog langsung dengan para pedagang saat meninjau Pasar Caringin baru-baru ini.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna turun langsung ke Pasar Induk Caringin, baru-baru ini. Inspeksi ini dilakukan untuk memastikan stok dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali di tengah lonjakan permintaan masyarakat.

Didampingi pemilik pasar Agung Suryamal Sutisno beserta jajaran pengelola, Buky berdialog langsung dengan para pedagang. Dari hasil peninjauan, rata-rata stok komoditas dinyatakan aman, meski terjadi kenaikan harga sekitar 10 hingga 20 persen.

“Rata-rata stok komoditas aman, dan ada kenaikan harga sekitar 10 sampai 20 persen, dan itu relatif stabil,” ujar Buky.

Baca Juga:Revitalisasi Jembatan Otista Bogor Disorot, Selisih Anggaran jadi Tanda TanyaHadirkan Wisata Keluarga Terpadu, Destinasi Ini jadi Andalan Jelang Libur Ramadan

Ia menilai kenaikan harga tersebut merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi setiap Ramadhan akibat meningkatnya permintaan. Namun, kondisi saat ini masih dalam batas wajar dan terkendali.

Menurutnya, peran strategis Pasar Induk Caringin sebagai pusat distribusi regional terbukti mampu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, sehingga gejolak harga tidak melonjak tajam.

Dalam kunjungan tersebut, Buky juga menyoroti dampak Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan bahan pokok dari dapur-dapur MBG disebut meningkat rata-rata 10 hingga 20 persen.

“Kehadiran dapur MBG ini membuat permintaan kebutuhan pokok meningkat. Para pedagang mendapatkan berkahnya, begitu juga petani, peternak, nelayan, hingga tenaga kerja yang terserap di dapur MBG,” ungkapnya.

Peningkatan ini memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir—mulai dari petani hingga konsumen akhir—serta mendorong perputaran ekonomi yang lebih luas.

Sementara itu, Agung Suryamal Sutisno menjelaskan Pasar Induk Caringin dihuni sekitar 3.800 pedagang dengan suplai komoditas dari 12 provinsi di Indonesia. Pasar ini memasok kebutuhan ke sekitar 600 pasar di Jawa Barat.

“Sebagai epicentrum distribusi nasional dan jantung pangan Jawa Barat, Pasar Induk Caringin menyuplai ke 600 pasar di Jabar. Pasar tradisional adalah pilar ketahanan pangan dan cermin ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Baca Juga:Tak Perlu ke Korea, Teknologi Kecantikan Korea Kini Hadir Lebih Dekat, Cek LokasinyaRamai Video Pengamanan Presiden di London, Paspampres Buka Suara

Selain memastikan stabilitas harga, Buky juga meninjau sistem pengelolaan sampah di area pasar. Ia mengapresiasi inovasi pengolahan limbah yang dinilai mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja.

Menjelang Ramadhan, Pasar Induk Caringin tak sekadar menjadi pusat transaksi. Ia menjelma simbol stabilitas harga, denyut distribusi pangan, serta kekuatan nyata ekonomi rakyat Jawa Barat.

0 Komentar