JABAR EKSPRES – 575 calon jemaah haji asal Kota Cimahi mengikuti rangkaian manasik haji selama empat hari sebagai bagian dari persiapan menyeluruh menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11, 12, 14, dan 15 Februari 2026, dengan lokasi tersebar di Masjid Cihanjuang Cimahi Utara, Aula Masjid Agung Cimahi, serta KBIHU Darul Mutaqin.
Manasik haji menjadi fase penting dalam proses penyelenggaraan ibadah haji, terutama bagi jemaah yang telah menunggu belasan tahun. Selain mematangkan pemahaman ibadah, manasik juga berfungsi sebagai langkah mitigasi untuk menekan potensi kesalahan ritual, kendala kesehatan, hingga adaptasi teknis selama berada di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cimahi, Nandang Rahayu menjelaskan bahwa manasik tingkat kecamatan tahun ini dilaksanakan sebanyak empat kali, kemudian dilanjutkan dengan satu kali manasik tingkat kota.
Baca Juga:Mengenang Masa Kecil di Masjid Agung Bandung, Wali Kota Ajak Lakukan Ini di Momen RamadanRamadan Momentum Disiplin: Farhan Bagikan Rutinitas Spiritual dan Fisik
Setelah seluruh rangkaian di tingkat kecamatan selesai, para calon jemaah dijadwalkan kembali mengikuti manasik tingkat kota pada awal April 2026, yang berfungsi sebagai tahapan pemantapan akhir sebelum keberangkatan ke embarkasi.
Ia merinci bahwa hari pertama manasik diisi dengan manasik nasional secara daring, yang terintegrasi dengan kebijakan dan standar nasional penyelenggaraan ibadah haji. Selanjutnya, hari kedua dilanjutkan dengan manasik tatap muka untuk pendalaman materi secara langsung.
“Hari ketiga memuat pembekalan persiapan pra-embarkasi, layanan selama di embarkasi, aktivitas jemaah di pesawat, hingga tata cara ibadah di Madinah dan Makkah,” ujar Nandang saat dikonfirmasi, Jum’at (20/2/26).
Pada hari terakhir, para calon jemaah mengikuti praktik manasik haji dan umrah secara langsung,, mulai dari simulasi ihram, thawaf, sa’i, hingga tahapan ibadah lain yang kerap menjadi titik krusial di lapangan.
Tidak hanya berfokus pada aspek fikih dan teknis ibadah, manasik juga memuat pengenalan struktur pelayanan haji, termasuk ketua kloter, petugas PPIH, serta pembekalan kesehatan.
Nandang menegaskan, aspek ini dinilai penting mengingat mayoritas jemaah haji Indonesia berasal dari kelompok usia lanjut yang rentan terhadap kelelahan dan gangguan kesehatan.
“Insyaallah seluruh calon jemaah haji asal Cimahi dalam kondisi siap berangkat tahun ini,” kata Nandang.
