Ia menambahkan, calon jemaah haji Cimahi tergabung dalam Kloter 7 dan Kloter 22, dengan rencana keberangkatan pada April 2026. Pembagian kloter ini menjadi bagian dari pengaturan teknis nasional guna memastikan kelancaran layanan dan distribusi jemaah.
Dari sisi jemaah, manasik dinilai memberikan gambaran nyata mengenai pelaksanaan ibadah haji yang kompleks dan padat aktivitas. Didin Mahmudin (59), salah satu peserta manasik, mengaku materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat membantu persiapan mental maupun teknis sebelum berangkat.
“Alhamdulillah, untuk penjelasan materi dapat dimengerti, dipahami. Mudah-mudahan nanti ibadah hajinya lancar,” ucap Didin.
Baca Juga:Mengenang Masa Kecil di Masjid Agung Bandung, Wali Kota Ajak Lakukan Ini di Momen RamadanRamadan Momentum Disiplin: Farhan Bagikan Rutinitas Spiritual dan Fisik
Didin menyebut dirinya telah menunggu sekitar 13 tahun sejak pertama kali mendaftar haji pada 2013, hingga akhirnya memperoleh kesempatan berangkat pada 2026. Masa tunggu panjang ini, menurutnya, membuat persiapan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Dengan masa tunggu yang panjang dan kompleksitas penyelenggaraan haji yang terus berkembang, manasik menjadi instrumen penting untuk memastikan jemaah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara pemahaman ibadah, fisik, dan mental.
“Saya mendaftar di tahun 2013, Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat dan dilancarkan segalanya,” jelasnya. (Mong)
