KDM, Bang Ara hingga Sugiono Sambut Baik Bergabungnya Bupati Sumedang ke Partai Gerindra

KDM, Bang Ara hingga Sugiono Sambut Baik Bergabungnya Bupati Sumedang ke Partai Gerindra
Deklarasi bergabungnya Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), mendapat sambutan positif dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pada deklarasi bergabungnya Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), mendapat sambutan positif dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Diketahui, baik Gubernur Jabar, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) maupun Menteri PKP, Maruarar Sirait atau akrab disapa Bang Ara, keduanya merupakan tokoh kader Partai Gerindra.

Orang nomor satu di Provinsi itu, secara langsung mengucapkan selamat kepada Dony Ahmad Munir dengan ciri khasnya menggunakan bahasa Sunda.

Baca Juga:Bapanas Perketat Pengawasan Jelang HBKN 2026, Harga Pangan Mulai TurunKuota Impor Dipangkas Tajam, Industri Daging Khawatir Harga Kian Melonjak

“Bagja Kang Dony, wilujeng sumping (bahagia dan selamat datang/bergabung) di keluarga besar Partai Gerindra, berjuang untuk Indonesia Raya,” katanya di Alun-Alun Sumedang, Jumat (13/2) malam.

Menurut KDM, pentingnya tata kelola pemerintahan yang berbasis pada karakter dan budaya daerah. Dia menilai, Kabupaten Sumedang harus kembali ditegaskan sebagai Puseur (Pusat) Budaya Sunda.

“Sumedang ngawangun (membangun) kabudayaan. Kabudayaan itu menjaga tanah dan airnya,” bebernya.

KDM juga menjelaskan, dalam hal ini kebudayaan tak sebatas ornamen, simbol atau seremoni saja, namun harus tercermin di tata ruangnya.

“Tata ruangnya, arsitekturnya dan kebijakan pembangunannya. Kalau Sumedang berbudaya, rumahnya juga harus berbudaya,” jelasnya.

Berbicara kebudyaan artinya tak lepas dengan alam. KDM memaparkan, apabila merujuk pada histori, maka rumah-rumah di pegunungan idealnya dibangun sesuai karakter alamnya.

“Rumah pinggir gunung harus pakai bambu, pakai kayu, suhunan pakai ijuk. Supaya kalau ada gempa tidak rubuh,” paparnya.

Baca Juga:Pelemahan Ekonomi Singapura Jadi Momentum Strategis bagi IndonesiaTransmigrasi Bertransformasi, dari Bagi Lahan Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

KDM juga mengingatkan, pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya Kabupaten Sumedang, perlu memperhatikan kawasan pegunungan.

Pasalnya, wilayah Kabupaten Sumedang didominasi dengan kontur tanah berkemiringan, secara geografis termasuk daerah pegunungan.

“Agar Sumedang tidak menjadi basis pertambangan. Budaya di gunung, pohon harus dijaga. Sumedang jangan jadi basis pertambangan, lieur (pusing),” ujar KDM.

“Lieur gunungna (pusing gunungnya), lieur caina (pusing airnya) , lieur rakyatna (pusing rakyatnya),” tambahnya.

KDM menuturkan, kesejahteraan rakyat dalam hal ini jangan sampai dibangun dengan cara merusak lingkungan beserta kekayaan alamnya.

“Saya belum pernah menemukan rakyat Sumedang yang makmur karena tanahnya ditambang hingga rusak,” tuturnya.

0 Komentar