1 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, hingga BRIN

1 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, hingga BRIN
1 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, hingga BRIN
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Informasi mengenai 1 Ramadhan 2026 menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari masyarakat Indonesia.

Mengetahui perkiraan awal puasa sejak dini dinilai penting agar umat Muslim dapat mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun kebutuhan ibadah menyambut bulan suci.

Berdasarkan sejumlah perhitungan astronomi, Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

Baca Juga:Honda PCX 160 Tampil Lebih Mewah di 2026, Empat Warna Baru DiluncurkanDead or Alive 7 Resmi Diumumkan, Siap Rilis di PS5

Meski hingga kini pemerintah belum menetapkan secara resmi, sejumlah lembaga telah merilis prediksi yang bisa dijadikan gambaran awal.

Perkiraan 1 Ramadhan 2026

Berikut rangkuman perkiraan 1 Ramadhan 2026 menurut pemerintah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), hinggan BRIN.

Perkiraan 1 Ramadhan 2026 Versi Pemerintah

Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum menetapkan secara resmi tanggal 1 Ramadhan 2026.

Namun, mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag), awal puasa diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sebagai dasar ilmiah penentuan awal Ramadhan, BMKG telah memaparkan data perhitungan posisi hilal pada 17 dan 18 Februari 2026.

Dalam laporannya, BMKG menjelaskan bahwa konjungsi (ijtimak) terjadi ketika posisi Bulan dan Matahari berada pada bujur ekliptika yang sama.

Berdasarkan data hisab, pada 17 Februari 2026 posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk.

Baca Juga:Mahasiswa KKN UBK di Cibinong Edukasi Warga Manfaatkan Pegagan dan Kunyit sebagai Terapi Pendukung HipertensiMahasiswa KKN UBK Melakukan Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Cibatu Garut

Ketinggian hilal tercatat berkisar antara -2,41 derajat di Jayapura hingga -0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat, sehingga tidak memenuhi syarat untuk rukyat.

Sementara pada 18 Februari 2026, posisi hilal telah berada di atas horizon dengan ketinggian antara 7,62 derajat di Merauke hingga 10,03 derajat di Sabang.

Elongasi Bulan-Matahari juga meningkat signifikan dan telah memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS, yakni minimal tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah diprediksi akan menetapkan 1 Ramadhan 2026 pada Kamis, 19 Februari 2026 melalui sidang isbat.

Perkiraan 1 Ramadhan 2026 Versi BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memprediksi awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026, sejalan dengan prediksi pemerintah.

Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menyebut potensi perbedaan awal Ramadhan bisa terjadi, bukan karena perbedaan data astronomi, melainkan perbedaan konsep hilal lokal dan hilal global.

Menurutnya, pemerintah dan mayoritas ormas Islam di Indonesia menggunakan pendekatan hilal lokal, yang mensyaratkan visibilitas hilal di wilayah Indonesia.

0 Komentar