JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bakal merombak tampilan halaman Gedung Sate. Rencananya, bakal diintegrasikan dengan Lapangan Gasibu.
Rencana perombakan halaman Gedung Sate itu tampaknya bakal dieksekusi Pemprov Jabar di 2026 ini. Bahkan, Biro Umum Pemprov juga tengah ancang-ancang untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat itu.
Salah satunya dengan mulai lelang pengawasan proyek tersebut. Berdasarkan data LPSE Jawa Barat, proyek Jasa Konsultasi Pengawasan Plaza Area depan Gedung Sate – Gasibu dialokasikan sekitar Rp464 juta.
Baca Juga:Legislator PKS Ikut Kritik Pembangunan Gapura Gedung SateSoal Pembangunan Gapura Dedi Mulyadi Tegaskan Pagar Gedung Sate Bukan Heritage
Wacana penataan depan Gedung Sate itu sudah berulang kali disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia ingin halaman Gedung Sate itu bisa terintegrasi dengan Lapangan Gasibu.
Selain untuk kewibawaan, nantinya halaman Gedung Sate juga bisa digunakan untuk berbagai upacara. Tidak seperti sebelumnya, upacara tingkat provinsi digelar di Lapangan Gasibu.
Misalnya sebagaimana dialog Gubernur dengan sejumlah kepala OPD termasuk Kepala Biro Umum, Sekarwati awal Januari 2025 lalu.
“Jadi ibu fokus untuk menata halaman Gedung Sate. Nanti wibawa, Jawa Barat punya alun-alun,” kata Dedi Mulyadi dalam video yang juga dibagikan di akun medsosnya pada 3 Januari lalu.
Dedi Mulyadi melanjutkan, halaman Gedung Sate atau pesanggrahan itu akan terintegrasi dengan Gasibu. Karena saat ini antara Gedung Sate dan Lapangan Gasibu terpisahkan oleh Jalan Diponegoro.
Di sisi lain, Kepala Biro Umum Pemprov Jawa Barat Sekarwati masih belum merespons saat dikonfirmasi Jabar Ekspres pada Jumat (13/2/2026), terkait rencana perombakan halaman Gedung Sate itu. (son)
