JABAR EKSPRES – Massa yang tergabung dalam Aliansi Bela Palestina Boikot Israel (Ababil) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat (Jabar), Kota Bandung, Jumat (13/2).
Aksi tersebut, diikuti puluhan peserta yang membawa poster dan spanduk berisi kecaman terhadap agresi Israel serta penolakan terhadap skema politik internasional Board of Peace (BoP).
Dalam aksi itu, massa juga menyuarakan solidaritas bagi warga Gaza dan Palestina yang dinilai terus menjadi korban kekerasan meski telah ada kesepakatan gencatan senjata. Mereka menilai gencatan senjata tidak berjalan sebagaimana mestinya dan justru menjadi kedok untuk melanjutkan serangan.
Baca Juga:BULOG Kancab Bandung Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan, Stok Dipastikan AmanPA Kota Cimahi Bahas Kesejahteraan Yudisial dalam Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOA
Ketua Ababil, Dani M. Ramdan, menyampaikan bahwa selama empat bulan terakhir masyarakat dunia menyaksikan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel. Dia menilai bantuan kemanusiaan tidak benar-benar masuk ke wilayah Palestina.
“Allah SWT masih memberi kekuatan kepada kita melantangkaj suara terhadap penindasan Palestina yang dilakukan zionis. Saudaraku dan warga Kota Bandung, kami sampaikan bahwasannya selama 4 bulan ini umat islam menyaksikan bagaimana genjatan senjata yang disepakati oleh Israel,” ujar Dani kepada awak media di lokasi.
Menurut Dani, gencatan senjata tersebut hanya ilusi karena yang masuk ke Palestina bukan kebutuhan dasar warga sipil. Dirinya menilai hal itu merupakan strategi Israel saat berada dalam kondisi tertekan.
“Tapi yang masuk ke Palestina bukan obat-obatan, bukan makanan, tapi peluru dan rudal yang ada. Kami bertanya apa yg dimaksud genjatan senjata oleh Israel,” katanya.
Selain menyoroti gencatan senjata, Dani juga mengkritik keterlibatan Indonesia dalam skema Board of Peace. Dia menyebut BoP sebagai upaya politik internasional yang berpotensi merugikan perjuangan rakyat Palestina.
Menurut dia, hingga kini Israel masih terus melancarkan serangan meski ada berbagai forum perdamaian.
“Masuknya Indonesia ke BoP, kita sampai saat ini melihat, Israel masih terus melanca serangan. BOP hanya akal-akalan untuk menggiring sejumlah negara, termasuk Indonesia, agar pejuang palestina melucuti senjata,” ujarnya.
Baca Juga:Rayakan Imlek 2026 di Bandung, Ini Promo Dinner di Hotel Kota BandungPenjahit Rumahan Bersiap Hadapi Lonjakan Pesanan
Dia menegaskan, pihaknya menolak jika tentara Indonesia dilibatkan dalam misi yang dinilai tidak adil. Menurut Dani, seharusnya tekanan internasional diarahkan kepada Israel, bukan kepada kelompok perlawanan Palestina.
