PA Kota Cimahi Bahas Kesejahteraan Yudisial dalam Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOA

Wakil Ketua PA Cimahi, Al Fitri (kiri) bersama Hakim PA Cimahi, Siti Munawaroh (kanan) saat Mengikuti Diskusi
Wakil Ketua PA Cimahi, Al Fitri (kiri) bersama Hakim PA Cimahi, Siti Munawaroh (kanan) saat Mengikuti Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOA secara Daring (Dok: PA Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengadilan Agama (PA) Kota Cimahi terus menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan peradilan yang sehat, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan aparatur peradilan.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan berpartisipasi dalam diskusi daring berskala internasional bertajuk “Judicial Wellbeing and Safe Workplaces” atau Kesejahteraan Yudisial serta Keamanan dan Kenyamanan di Tempat Kerja, yang digelar pada Rabu (11/02/2026).

Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengetahuan lintas negara terkait tantangan dan praktik terbaik dalam menjaga kesehatan mental, keamanan fisik, serta kenyamanan lingkungan kerja bagi para hakim dan praktisi hukum.

Baca Juga:Rayakan Imlek 2026 di Bandung, Ini Promo Dinner di Hotel Kota BandungPenjahit Rumahan Bersiap Hadapi Lonjakan Pesanan

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) bekerja sama dengan Federal Circuit and Family Court of Australia (FCFCOA) serta Australia Indonesia Partnership for Justice 3 (AIPJ3).

PA Kota Cimahi mengikuti kegiatan ini secara virtual melalui Media Center Pengadilan Agama Kota Cimahi. Seluruh pimpinan dan jajaran hakim turut ambil bagian dalam diskusi sesuai dengan arahan dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI.

“Acara ini diikuti secara virtual melalui Media Center PA Kota Cimahi oleh seluruh pimpinan dan jajaran hakim sesuai dengan arahan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama,” kata Ketua PA Kota Cimahi, Djulia Herjanara saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Kamis (12/2/26).

Kegiatan diskusi dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung secara interaktif hingga sesi tanya jawab.

Djulia menuturkan, para peserta berasal dari berbagai satuan kerja peradilan agama di seluruh Indonesia aktif berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai kondisi serta tantangan lingkungan kerja di institusi peradilan.

“Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang melibatkan hakim-hakim dari berbagai satuan kerja di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, perwakilan dari FCFCOA Australia memaparkan pengalaman serta kebijakan yang diterapkan di negaranya dalam menjaga keseimbangan antara beban kerja, kesehatan mental, dan keamanan fisik para hakim.

Baca Juga:Di Balik Kue Keranjang Imlek, Ada Konsistensi yang Terjaga Lebih dari Dua DekadeKurang Terawat, Halte Depan UIN Bandung Dinilai Tak Nyaman

Topik ini dinilai semakin penting di tengah kompleksitas perkara dan tuntutan profesionalisme yang tinggi di lingkungan peradilan.

“Diskusi ini menghadirkan perwakilan dari FCFCOA yang berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan keamanan fisik bagi para praktisi hukum di lingkungan peradilan,” ujar Djulia.

0 Komentar